JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Briana Dan Putrinya, Evelyn (Foto: Instagram Briana)
Dream - Berkuliah di salah satu sekolah hukum bergengsi di dunia, Harvard Law School, merupakan impian Briana. Ia begitu bahagia saat tahu dirinya diterima di kampus tersebut. Briana merupakan satu-satunya orang di keluarganya yang bisa berkuliah.
Saat baru masuk perkuliahan, Briana sempat merasa rendah diri. Latar belakang keluarganya yang tak berada, belum lagi isu rasial, karena dirinya berkulit hitam. Namun sang ayah terus menyemangatinya. Ia pun begitu gigih dalam menyelesaikan studinya.
Statusnya sebagai seorang ibu tunggal pun tak bisa menghambatnya. Briana mengungkap kalau ia baru saja melahirkan anaknya April 2018 lalu. Saat kontraksi datang, ia meminta suntikan epidural pada dokter agar bisa menyelesaikan ujiannya.
Suntikan tersebut bisa mengurangi rasa sakit sementara Briana menyelesaikan ujian akhirnya. Setelah itu ia baru ke rumah sakit untuk menjalani proses persalinan.
" Tahun-tahun terakhir kuliah hukumku, dengan bayi yang baru lahir dan status ibu tunggal, seringkali berhadapan dengan pernyataan meremehkan. Ada masa di mana aku merasa sangat lelah secara mental dan emosi. Aku tidak berpikir bahwa pada usia 24 tahun, sebagai ibu tunggal, akan mampu melewati salah satu posisi yang paling menantang dalam hidup saya. Sangat sulit," tulis Briana di akun Instagramnya.
Ia tak memungkiri kalau pernah menghadapi satu titik di mana sangat ingin menyerah. Namun sang putri, Evelyn, jadi penyemangatnya. Briana ingin menjadi contoh ibu yang penuh semangat untuk Evelyn.
" Evelyn, banyak yang mengatakan kalau kehadiranmu akan membuat aku tak bisa melakukannya. Penting untuk kamu tahu, ibu melakukan ini KARENA KAMU. Terima kasih sudah memberiku kekuatan dan keberanian," tulis Briana.
Saat hari kelulusannya mendapat Juris Doctor dari Harvard Law School, Briana tak datang sendiri. Ia turut serta mengajak Evelyn saat upacara wisuda. Bahkan sang putri juga mengenakan baju toga, sama seperti dirinya.
Cerita Briana ini kemudian viral dan jadi penyemangat bagi para ibu-ibu tunggal. Selamat Briana dan Evelyn!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
