Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemeriksaan Tenggorokan Pada Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Pada beberapa anak, kondisi amandel yang membengkak seringkali jadi keluhan yang menganggu tumbuh kembangnya. Sebagai solusi, beberapa dokter menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan agar masalah amandel tak lagi terjadi.
Sebelum memutuskan operasi amandel pada buah hati, ada baiknya mencari second opinion pada dokter lain. Pasalnya, anak yang menjalani operasi amandel bakal berisiko lebih tinggi terkena penyakit saluran pernapasan ketika dirinya sudah dewasa.
Temuan tersebut dari penelitian yang dilakukan University of Melbourne, Australia. Lebih dari satu juta anak-anak di bawah 9 tahun dari Denmark punya riwayat operasi amandel. Tim peneliti kemudian mengikuti perkembangan mereka hingga usia mereka 30 tahun.
Sean Byars, salah satu peneliti mengungkap, amandel berperan penting untuk menjaga kekebalan tubuh. Operasi amandel juga menyebabkan anak lebih berisiko tiga kali lipat lebih tinggi terkena penyakit saluran pernapasan. Anak-anak akan berisiko gangguan paru obstruktif kronik saat tumbuh jadi dewasa.
" Risiko jangka panjang dari operasi (amandel) ini layak dipertimbangkan secara hati-hati," kata Sean, dikutip dari ABC News.
Sean menambahkan, amandel yang berperan sebagai sistem kekebalan, ketika diangkat (dioperasi) justru membahayakan tubuh. Ini dapat meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan dan infeksi pernapasan lebih lanjut.
Studi penelitian soal amandel ini baru saja diterbitkan dalam jurnal JAMA Otolaryngology Head and Neck Surgery pada 7 Juni 2018. Sejumlah studi sebelumnya menemukan, operasi amandel tidak memengaruhi sistem kekebalan anak. Namun, para ahli mendesak agar hati-hati dengan temuan tersebut.
Michael Abramson dari Monash University, Australia menyampaikan, penelitian memberikan informasi penting bagi ahli bedah dan dokter untuk berdiskusi dengan orang tua.
Bahwa efek jangka panjang operasi amandel dapat mengakibatkan masalah kesehatan pada anak.
Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya