6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mainan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Mainan dan anak-anak jadi hal yak tak bisa terpisahkan. Si kecil seringkali merengek meminta mainan idamannya, karena melihat teman atau saudaranya punya mainan tersebut. Padahal bisa jadi anak belum mengerti karena mainan tersebut bukan untuk seusianya.
Memilih mainan anak memang harus selektif. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih mainan anak sesuai dengan usianya. Berikut panduan yang bisa digunakan dalam memilih
mainan berdasarkan usia.
0 hingga 6 bulan
Mainan bayi pada tahap ini perlu merangsang indera, terutama indera penglihatan, suara dan sentuhan. Itu sebabnya begitu banyak mainan bayi pada tahap ini berwarna-warni, bertekstur
atau membuat suara. Misalnya rattles atau gelang berbunyi, kursi bouncer, playmats, teethers, soft toys, dan sleep toys.
6 hingga 12 bulan
Setelah bayi tersenyum, duduk dan bergerak lebih jauh lagi, mainan dan gigitan mungkin tidak membuat mereka terhibur. Pilih mainan yang bisa mengembangkan keterampilan motorik
halus. Seperti mainan berjalan, activity book, balok-balok lembut.
1 hingga 3 tahun
Balita dalam umur ini sangat penuh energi, senang mengeksplorasi segala sesuatu di sekitar mereka. Mereka juga suka melakukan segala macam aktivitas fisik seperti menarik, mendorong,
menyeret, merobohkan, mengosongkan dan mengisi.
Balita berada di puncak rasa ingin tahu mereka di mana mereka harus menyentuh dan menyelidiki semua yang mereka lihat. Perbanyak dengan mainan aktivitas, seperti membangun balok, menangkap capung, bermain bola, berenang dan belajar memanjat.
3 hingga 5 tahun
Anak-anak prasekolah menyukai mainan yang merangsang imajinasi, menawarkan tantangan dan pada dasarnya menyenangkan untuk dimainkan. Permainan seperti kendaraan kecil,
sepeda, piano, mainan seni dan kerajinan tangan dan banyak lagi.
Jika Anda ingin mempersiapkan mereka untuk sekolah, Anda mungkin juga ingin memberi mereka mainan fonetik. Yaitu mainan yang mengenalkan huruf, bunyi huruf, kata-kata dan bahasa yang baik. Seperti poster alfabet, huruf hijaiyah, gambar jenis transportasi dan masih banyak lagi.
5 hingga 8 tahun
Anak-anak berusia antara 5 dan 8 menikmati beragam mainan dan permainan yang membantu mereka menggunakan imajinasi mereka. Bisa berupa boneka, action figure, lego hingga tokoh
superhero. Sediakan juga buku-buku dongeng atau cerita tokoh favoritnya yang penuh gambar dan cerita imajinasi. Hal ini untuk meningkatkan kreativitasnya.
9 hingga 12 tahun
Usia 9 sampai 12 adalah saat anak-anak membentuk kepribadian mereka. Mereka suka bermain game serba cepat, belajar alat musik, memikirkan mekanisme yang rumit dan banyak lagi.
Anda perlu memikirkan cara untuk memuaskan kecintaan mereka pada teknologi, permainan aktif, dan kreativitas. Mereka juga ingin mengekspresikan individualitas mereka, meski masih
pas ke dalam kelompok sosial mereka.
Sumber: The Spruce
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
