Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dinding Bata Ekspos (Foto: Shutterstock)
Dream - Gaya rumah industrial atau natural kini sedang jadi tren. Salah satu elemen yang kental dengan dua tema tersebut adalah dinding bata ekspos. Dinding bata yang diisis semen dibuat rapi lalu dibiarkan terbuka dan tak dilapisi lagi.
Nuansa raw dan unik memang sangat terasa. Terlihat apik saat dipadukan dengan furnitur bernuansa industrial atau interior kayu etnik. Sayangnya dinding ini memiliki kelemahan.
Jika Sahabat Dream tertarik untuk membuat dinding ini di rumah, ketahui kekurangannya. Pertama, setelah beberapa tahun semen dan batu lama kelamaan akan hancur. Perubahan cuaca membuatnya menjadi kotoran halus yang bakal mengotori lantai dan area di sekitarnya.
Kedua, semen yang telah hancur dan rusak akan membuat area kosong di antara batu bata. Tentu hal ini sangat berbahaya jika didiamkan. Bata bisa dengan mudah rusak dan hancur. Dibutuhkan plester secara rutin untuk mengisi area yang kosong di antara batu tersebut.
Ketiga, sulit untuk memasang sesuatu di dinding. Untuk menghemat tempat, banyak benda yang bakal digantung di dinding. Jika menggunakan dinding bata ekspos pasti akan leih rapuh dibanding tembok. Memaku atau mengebornya akan membuatnya jadi lebih mudah rusak.
Jika memang ingin menggunakan dinding bata eskpos, lebih pilih satu area saja di rumah. Pastikan saja area tersebut tak banyak diakses anak dan tak bakal banyak ditempelkan hiasan atau barang di dinding.
Sumber: Apartment Theraphy
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya