Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa ibu kerap kali mengalami sensasi perut yang mengencang ketika sedang hamil. Sensasi tersebut dikenal dengan Braxton Hicks, atau pengerasan otot rahim. Biasanya, dialami ibu hamil yang menginjak trimester kedua.
Kontraksi akan terasa semakin kencang pada trimester berikutnya, terutama setelah ibu melakukan aktivitas fisik yang cukup berat atau kelelahan. Beberapa orang menyalahartikan Braxton Hicks dengan kontraksi menjelang kelahiran.
Sebenarnya kontraksi tersebut disebabkan oleh rahim yang semakin membesar yang menyesuaikan dengan pertumbuhan janin. Otot dan ligamen dalam rahim akan melebar dan mengeras untuk menyesuaikan dengan ukuran si kecil.
Perut akan terasa mengencang dan mengeras seperti ditarik selama beberapa menit. Terkadang, Anda akan merasakan sedikit rasa sakit. Jangan panik, rasa sakit itu terjadi akibat rahim yang sedang bekerja.
Pada umumnya, kondisi mengencangnya otot rahim ini tidak berbahaya. Namun apabila Anda mengalami gejala seperti pendarahan yang disertai dengan kontraksi lebih dari satu jam,
segeralah pergi ke dokter.
Jika mengalami kontraksi seperti ini sebaiknya segera duduk di tempat yang nyaman. Berbaring juga lebih baik jika memungkinkan. Setelah itu lakukan langkah-langkah ini.
1. Tetap terhidrasi
Salah satu alasan kontraksi datang semakin sering dan drastis biasanya karena tubuh kekurangan cairan. Untuk mencegahnya, jaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan meminum air putih secara teratur. Hindari juga aktivitas berat yang dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh.
2. Minuman hangat
Selain air putih, Anda juga dapat mengonsumsi minuman hangat. Pilih minuman dengan kadar nutrisi tinggi, seperti sup dan susu. Keduanya dapat membantu proses relaksasi pada rahim
sehingga kontraksi akan berkurang secara bertahap.
3. Mandi air hangat
Agar lebih rileks, cobalah berendam di dalam air hangat. Mandi di bawah pancuran air hangat juga boleh dilakukan guna mengurangi tekanan stres pada otot tubuh.
4. Ubah posisi
Berdiri, duduk atau tiduran dalam posisi sama dalam waktu yang lama dapat memicu otot tubuh menjadi kaku. Gantilah posisi tubuh sesering mungkin agar darah tetap mengalir dengan
lancar.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?