Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Minum Susu (Shutterstock)
Dream - Protein sangat dibutuhkan anak untuk mendukung tumbuh kembangnya. Bukan hanya fisik, tapi juga kognitif dan psikologis. Salah satu sumber asupan protein andalan untuk anak adalah susu.
Sejak lahir, bayi sudah membutuhkan susu. Sumbernya, berasal dari tubuh ibu yaitu air susu ibu (ASI). Sampai saat ini tak ada susu yang mampu menandingi ASI dalam hal kandungan gizinya. Tak heran kalau para dokter sangat merekomendasikan ASI sebagai 'makanan' awal bayi.
" Untuk 0-6 bulan, tentunya anak membutuhkan asupan ASI eksklusif. Harusnya, ASI dilanjutkan dan ditambah makanan pendamping ASI (MPASI) sampai 2 tahun. Tapi, tidak semua orangtua bisa memberikan ASI," ujar Bernie Endyarni, Dokter Spesialis Anak saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa 29 Januari 2019.
Pada beberapa kasus, ibu tak bisa memberikan ASI secara optimal. Alternatif yang bisa dilakukan yaitu memberikan susu formula hingga berusia 2 tahun. Setelahnya, anak bisa mengonsumsi segala jenis susu.
Susu yang bisa dikonsumsi anak balita selain susu formula, adalah susu UHT. Penting untuk diketahui, asupan susu ini tak boleh berlebihan karena sumber gizi utama harusnya berasal dari menu makanan harian.
" Ada orang tua yang kasih asupan terbanyak hanya susu sampai 4 tahun. Makanannya sedikit. Padahal di atas 2 tahun, anak hanya butuh 2-3 gelas susu per hari. Selebihnya makanan padat," katanya.
Dokter Bernie tidak membatasi jenis susu yang dikonsumsi anak berusia 2 tahun ke atas. Namun, ia tidak menyarankan anak untuk memperoleh nutrisi dari susu kental manis.
" Susu dalam bentuk apapun. Susu bubuk boleh. Tapi, susu kental manis sebenarnya bukan susu. Itu hanya creamer diberikan gula dan bahan lainnya. Nutrisinya sangat rendah, berbeda dengan susu," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun