AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Permainan Sensorik
Dream - Permainan sensorik bisa menciptakan kesenangan dan pengalaman belajar yang kreatif untuk buah hati. Anak-anak akan belajar keterampilan penting seperti memecahkan masalah
dan berpikir kreatif.
Caranya, dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di rumah. Justru dengan memanfaatkan barang yang selalu digunakannya anak akan lebih mengerti. Permainan ini punya efek dahsyat bagi kemampuan kognitif, linguistik dan sosial anak.
Cobalah buat permainan-permainan berikut yang bisa merangsang kemampuan dasar anak. Ingat, kuncinya adalah gunakan barang yang ada di rumah, beri contoh dan temani saat bermain.
1. Merangsang kemampuan linguistik
Ketika anak-anak diberikan barang-barang untuk bermain, mereka belajar mengetahui makna dari sebuah kata baru. Contohnya " keras" . Anak akan tahu artinya dan mungkin akan
mengambil benda yang teksturnya keras tanpa berpikir banyak. Mungkin kata tersebut sulit untuk diartikan oleh anak-anak, tapi anak dapat mengetahui maksudnya.
Kumpulkan benda-benda di rumah beragam tekstur, keras, lembek, lunak, lembut. Biarkan anak memilih barang sesuai instruksi tekstur yang diberikan oleh Anda. Ajarkan mana benda yang keras, kasar, lembek, lembut.
2. Membangun kemampuan kognitif
Apakah pernah menyuruh buah hati membangun sesuatu dari balok-balok kayu? Kalau belum, cobalah. Karena hasilnya sangat menakjubkan. Hal itu mengajarkan mereka untuk
membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif ketika memiliki kesempatan. Tak perlu produk balok yang mahal, bisa juga manfaatkan tumpukan boks bekas di rumah.
3. Mendorong bersosialisasi
Permainan sensorik mendorong anak untuk berkerjasama. Mereka bisa membangun koneksi, mengembangkan kemampuan berbicaranya, belajar bergiliran, mengekspresikan diri, dan
berkolaborasi dengan yang lain.
Saat di rumah, coba buat antrian mengambil minum atau makan. Libatkan ayah, sepupu atau kakek dan nenek. Mintalah mereka membuat antrian saat mengambil cemilan atau makanan.
4. Untuk kesehatan fisik
Semua anak berkembang dengan caranya sendiri. Ada yang bergerak cepat, ada juga yang bergerak lambat. Permainan sensorik adalah cara yang tepat untuk mengembangkan kemampuan motoriknya. Lompat kodok, main bola, atau berjalan mengikuti garis akan sangat seru dan melatih fisiknya.
Jangan lupa untuk sering-sering mengajaknya main di luar rumah dan bertemu dengan banyak teman sebayanya. Hal ini akan sangat berdampak positif pada perkembangan kognitif dan sosialnya.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Momtastic
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli