Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Kamar Anak (Foto: IKEA)
Dream - Mendekorasi rumah tak luput dengan upaya membuat anak agar nyaman dan betah di rumah. Ajeng Raviando, psikolog anak dan keluarga mengungkapkan pemilihan warna sebuah ruangan di rumah mampu memengaruhi suasana hati dan psikologis anak.
" Untuk anak sebaiknya pilih warna-warna cerah, warna-warna pastel juga bisa jadi pilihan karena bisa memberi semangat dan motivasi untuk anak," tuturnya di IKEA, Alam Sutera, Banten, beberapa waktu lalu
Namun pemilihan warna juga tak boleh sembarangan. Menurut Ajeng, warna juga harus disesuaikan dengan kegemaran sang buah hati. Selain itu, sebaiknya hindari warna-warna gelap karena dapat memberi pengaruh buruk bagi anak.
" Misalnya jangan warna hitam di taruh di kamar, secara psikologis itu tidak bagus, membuat suasana jadi suram, kelam. Jadi untuk warna di kamar jangan terlalu gelap karen membuat anak jadi tidak bersemangat," imbuhnya.
Terkait wallpaper yang kerap menjadi tren dalam menghias kamar anak, menurut Ajeng merupakan hal unik yang baik bagi anak.
" Seru sih kalau anak bisa diajak untuk milih wallpaper sesuai yang dia inginkan. Jadi bisa ajak dia komunikasi, tukar pikiran, supaya dia merasa nyaman dan betah di kamar. Aku pernah nemu wallpaper peta dunia. Jadi anakku tiap abis jalan-jalan, bisa nunjuk-nunjuk dia udah pernah traveling kemana, kan jadi ada edukasi juga ya," ucapnya.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest