Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Keluarga Kim Kardashian Dan Kanye West (Foto: Instagram Kim Karadashian)
Dream – Bintang realtity show, Kim Kardashian, kini sudah memiliki tiga anak, hasil pernikahannya dengan Kanye West. Setelah sempat tak kunjung hamil, akhirnya ia hamil North dan West.
Namun ketika ingin memiliki anak ketiga, rahim Kim mengalami masalah. Ia sulit hamil lagi. Jika pun kehamilan terjadi, nyawanya bisa terancam. Rupanya Kim mengalami plasenta akreta.
" Saya melakukan beberapa operasi hingga menimbulkan sedikit lubang pada rahim, yang membuat saya menjadi sulit hamil lagi,” ujar Kim seperti dikutip dari Parents.
Kondisi rahim yang dialami Kim, membuat ia dan Kanye mencari ibu pengganti saat merencanakan anak ketiga. Mereka menjalani program bayi tabung, kemudian embrio ditanam di rahim ibu pengganti. Lahirlah Chicago, anak ketiga dari ibu pengganti.
Plasenta akreta yang dialami Kim menurut dokter kandungan dari Universitas Pennsylvania, dr. Nathaninel G. Denicola, terjadi ketika pembuluh darah plasenta atau ari-ari tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim.
Pada beberapa kasus, plasenta bahkan tumbuh mencapai uterus, kandung kemih, bahkan organ lain. Seringkali pengobatan plasenta akreta melalui pengangkatan rahim dilakukan saat persalinan.
" Pada kondisi ini, seorang wanita tidak akan mampu hamil kembali. Tapi, pengambilan telur atau surogasi (ibu pengganti) bisa menjadi pilihan pengobatan," papar dr. Denicola.
Dalam beberapa kasus uterus dapat diselamatkan, namun rahim yang mengalami bekas luka yang cukup parah dapat mengakibatkan kemandulan. Wanita dengan plasenta akreta, menurut Dr. Denicola, juga berisiko mengalami pendarahan hebat selama persalinan.
" Oleh sebab itu, diagnosis dini melalui perawatan kehamilan adalah kunci utama. Hal ini dilakukan agar dokter dan penderita bisa melakukan perawatan secara dini," ungkapnya.
Laporan Dina Nazhifah