Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Induksi Persalinan (Foto: Medscape)
Dream - Dalam proses melahirkan, kontraksi yang muncul merupakan tanda penting dan justru dinanti. Nyeri kontraksi ini menandakan kalau janin sedang berusaha keluar. Tapi ada kalanya kontraksi tak berjalan stabil.
Kontraksi hilang lalu muncul atau bahkan tak muncul sama sekali. Induksi pun biasanya dilakukan untuk merangsang kontraksi. Induksi merupakan prosedur untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi dengan tujuan mempercepat proses persalinan.
Untuk melakukannya tentu saja butuh alasan medis. Tak boleh hanya karena tak sabar menunggu bukaan dan kontraksi. Biasanya, pada ibu yang kehamilannya telah matang yaitu sudah memasuki minggu ke-40, dokter atau bidan menyarankan induksi.
Tapi sebelumnya akan memeriksa terlebih dulu kondisi janin. Induksi juga baru bisa dilakukan jika muncul masalah-masalah berikut.
1. Pertumbuhan pada bayi di rahim mengalami masalah
2. Kurangnya air ketuban
3. Level gula darah ibu sangat tinggi
4. Preeklamsia -komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
5. Infeksi pada rahim
6. Plasenta terlepas
Induksi kelahiran sangat diperlukan apabila ketuban sudah pecah tapi belum ada kontraksi sama sekali. Prosedur induksi ini memang cukup aman. Tapi tentu saja bukan tanpa risiko. Risiko yang muncul setelah induksi antara lain kelahiran prematur, detak jantung pada bayi yang tidak normal, infeksi pada ibu dan bayi, serta pendarahan yang berlebihan pada ibu.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Healthline
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari