Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Putri Aa Gym Angkat Bicara Penyebab Meninggalnya Gheziya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 22 Mei 2018 16:04
Putri Aa Gym Angkat Bicara Penyebab Meninggalnya Gheziya
Malam hari sebelum meninggal, Gheziya rupanya terus menangis.

Dream - Gheziya Naura Khadija, cucu KH Abdulah Gymnastiar yang berusia 2 bulan beberapa hari lalu meninggal dunia secara mendadak. Keluarga sangat terkejut dan terpukul dengan kepergian sang bocah secara tiba-tiba.

Pasalnya sebelum Gheziya mengembuskan napas terakhir, ia tak memiliki riwayat penyakit tertentu. Ghaida, yang merupakan kakak dari Ghaitsa, ibu Gheziya, menjelaskan kronologi meninggalnya sang keponakan.

Malam hari sebelum meninggal, Gheziya rupanya terus menangis. Lalu keesokan paginya dibawa ke dokter dan dirujuk ke rumah sakit. Sebelum ke RS, rupanya kembali dulu ke rumah.

 

A post shared by ghaida tsurayya (@gdaghaida) on

 

" Pulang lagi dan tiba-tiba saja dek ziya berteriak, seperti kejang, lalu Ica (Ghaitsa) kaget dan dibawa ke rumah sakit. Tidak ada demam atau sakit yang terlihat karena Gheziya ini pun hari sebelumnya sangat ceria dan responsif. Ketika sampai di RS, ternyata Gheziya sudah tidak ada. Semua sudah takdir ketetapan dari Allah. Syariatnya adalah adanya Disseminated intravascular coagulation (DIC),"  tulis Ghaida Tsurayya, dalam akun Instagramnya.

1 dari 1 halaman

Apa Itu Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)?

Apa Itu Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)? © Dream

Rupanya Gheziya meninggal dunia karena disseminated intravascular coagulation (DIC). DIC bisa terjadi karena adaya pembekuan darah pada pembuluh darah kecil.

Dikutip dari Hello Sehat, pembekuan darah ini dapat mengurangi atau menghambat aliran darah melalui pembuluh darah, yang dapat merusak organ tubuh.

Kondisi DIC dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Penyebabnya bisa jadi karena suhu tubuh yang sangat rendah (hipotermia), gigitan ular berbisa, pankreatitis, luka bakar dan komplikasi selama kehamilan.

DIC biasanya muncul tiba-tiba dan bisa bersifat sangat berat. Tindakan harus diberikan sesegera mungkin. Pada banyak kasus, kondisi DIC memang cenderung sulit terdeteksi terutama pada bayi.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More