Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Gheziya Naura Khadija (Foto: Instagram Abdulah Gymnastiar)
Dream - Gheziya Naura Khadija, cucu KH Abdulah Gymnastiar yang berusia 2 bulan beberapa hari lalu meninggal dunia secara mendadak. Keluarga sangat terkejut dan terpukul dengan kepergian sang bocah secara tiba-tiba.
Pasalnya sebelum Gheziya mengembuskan napas terakhir, ia tak memiliki riwayat penyakit tertentu. Ghaida, yang merupakan kakak dari Ghaitsa, ibu Gheziya, menjelaskan kronologi meninggalnya sang keponakan.
Malam hari sebelum meninggal, Gheziya rupanya terus menangis. Lalu keesokan paginya dibawa ke dokter dan dirujuk ke rumah sakit. Sebelum ke RS, rupanya kembali dulu ke rumah.
" Pulang lagi dan tiba-tiba saja dek ziya berteriak, seperti kejang, lalu Ica (Ghaitsa) kaget dan dibawa ke rumah sakit. Tidak ada demam atau sakit yang terlihat karena Gheziya ini pun hari sebelumnya sangat ceria dan responsif. Ketika sampai di RS, ternyata Gheziya sudah tidak ada. Semua sudah takdir ketetapan dari Allah. Syariatnya adalah adanya Disseminated intravascular coagulation (DIC)," tulis Ghaida Tsurayya, dalam akun Instagramnya.
© Dream
Rupanya Gheziya meninggal dunia karena disseminated intravascular coagulation (DIC). DIC bisa terjadi karena adaya pembekuan darah pada pembuluh darah kecil.
Dikutip dari Hello Sehat, pembekuan darah ini dapat mengurangi atau menghambat aliran darah melalui pembuluh darah, yang dapat merusak organ tubuh.
Kondisi DIC dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Penyebabnya bisa jadi karena suhu tubuh yang sangat rendah (hipotermia), gigitan ular berbisa, pankreatitis, luka bakar dan komplikasi selama kehamilan.
DIC biasanya muncul tiba-tiba dan bisa bersifat sangat berat. Tindakan harus diberikan sesegera mungkin. Pada banyak kasus, kondisi DIC memang cenderung sulit terdeteksi terutama pada bayi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun