6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Bantuan pengasuh anak atau babysitter kadang memang jadi solusi paling tepat untuk para orangtua yang memiliki kesibukan cukup padat. Dalam memilih babysitter, tiap orangtua pastinya memiliki pertimbangan sendiri.
Bagi Anda yang sedang dalam proses mencari babysitter, ada hal-hal khusus yang harus jadi perhatian. Untuk mendapat pengasuh yang baik, tiga hal ini bisa dijadikan 'alarm'. Hal terpenting adalah keamanan dan keselamatan anak di rumah benar-benar terlindungi dengan baik.
Jika terjadi tiga hal ini sebaiknya cari kandidat lain, karena kemungkinan besar babysitter tersebut tak memiliki kualifikasi yang baik. Apa saja?
1. Referensi yang diajukan tak bisa dihubungi
Jika Anda merekrut babysitter dari yayasan atau yang berpengalaman, mereka biasanya menyertakan CV. Dalam CV tersebut terdapat informasi data diri termasuk, referensi tempat
bekerja sebelumnya. Dicantumkan pula nomor ponsel yang bisa dihubungi. Selalu hubungi ponsel yang mereka tulis sebagai referensi. Jika tak bisa dihubungi, bisa jadi pertanda buruk. Akan lebih baik jika mendapat referensi babysitter dari teman atau orang yang Anda kenal.
2. Selalu pegang ponsel
Banyak para ibu yang mengeluhkan, pengasuh anaknya selalu memegang ponsel dan fokusnya terpecah. Anak pun tak diperhatikan dengan baik. Jika selama proses wawancara ia selalu memegang ponsel, ini juga merupakan 'alarm'. Meski peraturan bisa dibicarakan tapi Anda tak bisa mengawasinya setiap saat.
3. Sulit berkomunikasi
Pastikan pengasuh yang Anda rekrut mudah diajak berkomunikasi. Ada yang cenderung menggunakan bahasa daerah, sangat pendiam dan sulit untuk mengungkapkan kondisi anak. Padahal dari pengasuh ini, kita akan menanyakan kondisi anak.
Jika pengasuh terlalu pendiam, bisa juga berdampak pada perkembangan bicara anak. Untuk itu saat wawancara, mintalah pengasuh untuk menceritakan pengalaman bekerjanya yang berkesan. Dari hal tersebut Anda bisa mengetahui kemampuan komunikasinya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
