Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Dot Bayi
Dream - Sampai saat ini penggunaan dot bayi masih banyak yang pro dan kontra. Ada yang berpendapat memberi dot bayi akan berdampak buruk dan bisa merusak struktur gigi anak. Namun sebenarnya, memberi dot pada bayi juga memiliki efek positif.
American Academy of Pediatrics (AAP) sebenarnya berpendapat kalau pemakaian dot bayi bisa mengurangi risiko kematian mendadak bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS).
Risiko kematian bayi menurut AAP bisa dikurangi hingga 90 persen.
" Mengisap salah satu refleks yang dimiliki bayi ketika pertama lahir. Aktivitas ini memang membuat bayi lebih tenang dan membuatnya cepat tertidur. Menurut AAP dot bayi memang tak
memiliki efek berbahaya yang signifikan di satu bulan pertama kelahiran," kata dr. Harvey Karp, seorang dokter anak yang juga penulis buku Happiest Baby.
Tapi memang memberi dot pada bayi bisa membuatnya ketergantungan. Saat dilepas ia jadi rewel, sehingga dot selalu ada di mulutnya. Ketika anak mulai usia 1 tahun memang sebaiknya ia tak lagi diberi dot. Harus ada hal lain yang membuatnya nyaman dan tenang.
" Bisa disusui, digendong, diajak bermain agar perhatiannya teralihkan tidak mencari dot favoritnya," kata dr. Karp.
Pemakaian dot terlalu lama memang bisa membuat struktur gigi jadi berantakan. Menurut dr. Karp anak yang memakai dot juga cenderung lebih sering sakit karena kondisi dot yang
terpapar virus dan bakteri.
Jadi, pemakaian dot ini memiliki sisi positif dan negatif. Hal terpenting adalah membuat bayi nyaman dan nantinya harus dikontrol jika ia sudah terlalu ketergantungan dengan dot.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari