Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Anak Menonton Televisi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berapa lama anak-anak di rumah memandangi layar dalam sehari? Bukan hanya tablet, ponsel tapi juga televisi dan video game. Sebuah penelitian pernah mengungkap kalau anak dengan fasilitas elektronik yang lengkap di rumahnya bisa menghabiskan waktu mencapai 7 jam memandangi layar.
Dalam sebuah artikel di Psychology Today, Dr. Victoria L. Dunckley - penulis buku Reset Your Child's Brain mengungkap efek terlalu lama 'screen time' bagi anak-anak. Yaitu mereka menjadi sangat mudah gelisah dan kelelahan dan berdampak buruk pada aspek akademis, sosial, dan fisik.
" Screen time jelang tidur membuat anak sulit memejamkan mata. Melihat layar elektronik selama dua jam dapat menekan produksi melatonin yang berdampak pada keinginan untuk terjaga dan tak kunjung mengantuk," ungkap Dr. Dunckley.
Kondisi ini jika terjadi terus menerus akan berdampak pada ketidakseimbangan hormon. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk pada perkembangan anak. Terlalu lama menatap layar juga membuat anak jadi kurang pekas terhadap hal-hal di sekitarnya.
" Anak-anak yang kecanduan layar sering tidak dapat fokus pada kegiatan lain seperti pergi ke luar atau ke bioskop. Mereka menunggu waktu hingga mereka dapat kembali ke perangkat mereka," kata Dr. Dunckley.
Untuk membantu mengatasi kecanduan anak pada layar, Dr. Dunckley menyarankan untuk 'puasa' screen time selama selama beberapa minggu agar sistem saraf anak dapat diatur ulang. Jika beberapa minggu tidak mungkin, psikiater remaja yang berbasis di London ini menyarankan 72 jam.
" Intervensi ini dapat mengembalikan siklus tidur ke jalur yang benar, memperbaiki suasana hati anak, memberi mereka fokus dan kemampuan pengaturan yang lebih baik, serta adanya peningkatan aktivitas fisik," ujarnya.
Buat aktivitas fisik yang lebih intensif untuk anak. Seperti ikut klub olahraga, menari atau hobi lain yang mereka sukai selain bermain game. Satu yang pasti, anak-anak harus bermain di luar rumah setiap hari demi kesehatan fisik dan mentalnya.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest