Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Sebelum Usia 7, Ajarkan 3 Hal Ini Pada Buah Hati

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 1 Oktober 2017 08:26
Sebelum Usia 7, Ajarkan 3 Hal Ini Pada Buah Hati
Pastikan anak merasakan cinta yang Anda berikan dan ia merasa bahagia di masa kecilnya.

Dream - Dalam lima tahun pertama, pertumbuhan otak terjadi sebanyak 90 persen. Selama usia tersebut jutaan syaraf dalam otak terkoneksi. Lalu pada umur 7 tahun, dasar dari otak dewasa mulai terbentuk.

Otak dewasa ini berperan besar dalam menangani perasaan, emosi dan pemikiran yang rumit. Hanya orangtua yang mampu membimbing anak pada usia emas perkembangan otak dan
psikologis tersebut.

Lalu apa yang bisa dilakukan orangtua untuk memastikan perkembangan otak anak berlangsung optimal?

- Latihan otak
Bukan dengan memperdengarkan lagu Mozart atau mengikutinya les sains. Tapi dengan menunjukkan kasih sayang sesering mungkin. Memeluk, mencium, memberikan kata-kata yang
memotivasi, termasuk menegur dan memberinya hukuman saat melakukan kesalahan.

Pastikan anak merasakan cinta yang Anda berikan dan ia merasa bahagia di masa kecilnya. Hal ini akan membuatnya jadi percaya diri. Saat ia tumbuh menjadi dewasa modal percaya diri
dalam otaknya akan berkembang pesat. Anak akan mudah bergaul dalam lingkungan, tahu cara menerima kritik, mengakui kesalahan, meminta maaf dan segala macam kemampuan
psikososial yang mumpuni.

- Ciptakan aktivitas rutin
Membuat aktivitas rutis setiap hari membuat anak merasa aman. Mereka tahu kalau ayahnya akan pulang saat malam. Ibunya akan memeluknya jelang tidur. Ada susu dan sarapan
untuknya di pagi hari.

" Rutinitas mungkin terdengar membosankan, tapi hal itu membuat anak tahu batasan, ekspektasi dan konsekuensi. Jika rutinitas yang biasa mereka jalani tak dilakukan maka ia akan
bertanya dan terus mencari jawabannya. Ini mendewasakan kemampuan kognitif dan psikologisnya," ujar Danielle Kaufman, seorang psikolog anak.

- Fokus perhatian
Distraksi saat ini selalu ada dan selalu dalam genggaman, yaitu gadget. Saat makan anak sambil bermain gadget. Saat meniduri anak, orangtua sambil memegang gadget. Kebiasaan ini akan berlangsung terus jika tak segera dihentikan. Bayangkan saat Anda bicara serius dan panjang lebar, anak tetap fokus melihat gadgetnya.

Bagi Anda pasti sangat tidak sopan tapi bagi anak bisa jadi adalah hal biasa. Cobalah untuk melatih fokus perhatiannya. Cara paling mudah adalah sambil memandang gelembung sabun
sampai hilang.

Lalu meminta anak membayangkan dirinya melayang di awan naik turun. Jika sudah cukup besar, ajarkan meditas sambil mengatur nafas. Ini sangat baik untuk melatih fokus
otaknya.

Sumber: KidSpot

 

Beri Komentar