Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Kemah Bersama Anak (Foto: Shutterstock)
Dream – Akhir pekan yang panjang, tanggal merah di penghujung tahun atau libur akhir semester merupakan waktu yang tepat untuk berlibur dengan keluarga. Sebelum berlibur tentu banyak pertimbangan yang dilakukan, seperti durasi, anggaran atau mungkin kondisi kesehatan.
Namun pastikan Sahabat Dream, menyisihkan waktu dan anggaran untuk berlibur bersama keluarga di rumah. Pasalnya liburan keluarga merupakan hal yang sangat penting dan tak ternilai harganya.
Sebuah penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Toronto, Kanada mengungkap bahwa selain kenangan, liburan juga dapat membangun hubungan dan ikatan keluarga yang kuat.
" Pengalaman berlibur dapat memunculkan respons emosional yang kuat, seperti rasa takut dan kagum saat melihat sesuatu yang indah, kegembiraan saat menonton konser atau ketenangan saat spa. Jika ingin lebih dekat dengan seseorang, berikanlah sebuah pengalaman,” ujar Cindy Chan, ketua tim peneliti.
Selain menyenangkan, keluar dari rumah dan bepergian ke tempat-tempat berbeda dipercaya mendorong sistem otak. Bermain di pantai atau mendaki gunung dapat mengaktifkan sistem otak yang memicu produksi hormon menyenangkan seperti oksitosin dan dopamin.
Menurut Dr. Margot Sunderland, seorang psikoterapis anak, efek liburan pada seluruh anak cukup dahsyat. Bukan hanya membuat perasaan gembira, tapi merangsang perkembangan psikologis dan kognitif.
“ Lingkungan baru dipercaya dapat memberikan pengalaman baru dalam meningkatkan interaksi sosial, fisik, kognitif, dan indera,” ungkap Sunderland.
Jika dibandingkan memberi sepatu mahal atau gadget terbaru, jauh lebih baik memberikan liburan seru pada anak-anak. Dari banyak hadiah dan pemberian orangtua pada anak, menurut Sunderland, harus dipertimbangkan lagi efek dari hubungan sosial, perkembangan otak, dan aspek kompetisi di dalamnya.
“ Berlibur akan mengurangi stres dan mengaktifkan perasaan hangat, ramah, dan damai. Dengan aspek anti-stres ini, anggota keluarga dapat meningkatkan emosional,” imbuh Sunderland.
Anda tidak harus bepergian ke berbagai kota atau negara, cukup berlibur ke taman, resort, atau tempat wisata dekat rumah. Ingatlah bahwa keluarga yang bahagia dan memiliki hubungan kuat tak ternilai harganya.
Laporan Dina Nazhifah
Sumber: Gottman
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?