Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Sediakan Waktu untuk Makan Bersama Buah Hati, Alasannya...

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 8 Mei 2018 10:04
Sediakan Waktu untuk Makan Bersama Buah Hati, Alasannya...
Efeknya ternyata jangka panjang, penasaran?

Dream – Bagi orangtua yang bekerja, menyediakan waktu untuk berbincang dengan anak kadang jadi hal yang sulit dilakukan. Kesibukan kantor yang tak ada habisnya, sementara anak juga memiliki kesibukannya sendiri seperti les, tugas sekolah atau kegiatan lainnya.

Dari sekian banyak kesibukan anak dan orangtua, usahakan selalu menyediakan waktu untuk makan bersama. Bisa saat sarapan, sebelum beraktivitas atau di akhir pekan. Lakukan bersama setidaknya tiga kali dalam satu minggu.

Aktivitas makan bersama ini bukan sekedar untuk membangun kedekatan orangtua dan anak. Tapi ternyata memiliki efek jangka panjang. Apa saja?

Mengurangi risiko penggunaan narkoba
Menurut Columbia University’s National Center on Addiction and Substance, anak yang jarang melakukan makan malam bersama keluarga (kurang dari tiga kali seminggu) memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mencoba narkoba. Hal ini dibandingkan anak yang sering makan malam bersama keluarga (lebih dari lima hingga tujuh kali seminggu).

" Efek dahsyat makan malam adalah bukan dari makanan yang disajikan di meja makan, tapi percakapan yang muncul saat makan bersama," ujar Kathleen Ferrigno, dari Columbia University.

Meningkatkan kemampuan akademis
Seorang professor psikologi Harvard Medical School sekaligus penulis buku “ Home for Dinner”, Anne Fishel mengatakan bahwa percakapan pada makan malam dapat meningkatkan pengetahuan kosakata lebih kepada anak. Anak-anak bisa belajar hingga 1.000 kata yang sulit dibandingkan jika para orang tua membacakan buku cerita, yaitu hanya 143 kata. “ Ketika tumbuh besar, manfaat intelektual sang anak pun akan meningkat,” kata Fishel.

Mengurangi risiko obesitas
Malam malam keluarga akan memberikan peluang bagi orangtua untuk mengatur pola makan sehat anaknya. Pada penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jess hainess, seorang dokter ahli gangguan makan mengungkapkan bahwa remaja perempuan yang jarang melakukan makan malam bersama keluarga, cenderung sering melakukan diet atau makan dengan porsi terlalu banyak.

Sementara menurut sebuah penelitian oleh Dr. William J. Doherty, seorang profesor Ilmu Sosial Keluarga di Universitas Minnesota, anak yang makan malam bersama keluarga terbukti sering mengonsumsi makanan sehat. Seperti lebih banyak memakan buah dan sayuran, lebih sedikit meminum soda, serta jarang memakan makanan yang digoreng.

Meningkatkan kepercayaan diri
“ Seorang anak yang mengetahui lebih banyak sejarah keluarga, cenderung memiliki harga diri yang tinggi, bagus dalam berkomunikasi, dan mampu bertahan ketika mengalami kesulitan,” papar Marshall Duke, seorang wakil ketua peneliti psikologi di Universitas Emory.

Menurutnya, ketika sebuah keluarga tidak menutupi sebuah permasalahan, maka sang anak akan menunjukkan harga diri dan dapat mengendalikan diri.

“ Sebuah ketangguhan seseorang dapat diukur dari seberapa besar pemahaman anak dalam memahami peristiwa negatif yang terjadi pada keluarga,” kata Duke.

Sumber: Pure Wow

Laporan Dina Nazhifah

Beri Komentar