Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Bayi Menangis (Foto: Shutterstock)
Dream - Bayi yang baru bisa merangkak memiliki rasa penasaran yang tinggi. Gerakannya semakin aktif dan harus selalu diawasi. Risiko jatuh dan terbentur bisa terjadi kapan saja.
Bukan hanya terbentur kursi atau meja, bayi juga bisa saja jatuh dari tempat tidur dan mengalami memar. Usia enam bulan sampai empat tahun merupakan umur yang paling berisiko. Lalu bagaimana mengatasi luka memar pada anak?
Melansir dari Step to Health, kecelakaan ringan biasanya hanya menyebabkan rasa sakit seperti memar atau luka di kepala. Tugas orangtua harus menjaga agar bayi tetap tenang.
Lalu, aplikasikan es yang sudah dibungkus kain bersih atau handuk. Tinggikan kepala si kecil saat mengompres bagian yang memar dengan es. Kemudian, beri minum untuk mengurangi kemungkinan muntah.
Bila memar, prosedurnya lebih sederhana tapi tetap membutuhkan perhatian. Apabila Anda menyentuhkan es dalam handuk ke area yang terkena benturan, perhatikan apakah ada perubahan pada memarnya.
Jika ukurannya malah membesar atau memburuk, segera pergi ke dokter untuk mencegah masalah yang lebih besar. Apabila ada luka terbuka, segera cuci bagian tersebut dengan air bersih. Pastikan tidak ada benda yang masuk di luka tersebut.
Gunakan sepotong kain kasa yang direndam dengan hidrogen peroksida apabila ada pendarahan. Jika lukanya dalam, sebaiknya segera dibawa ke pos kesehatan terdekat karena mungkin diperlukan jahitan oleh petugas medis.
Sumber: Giovani Dio Prasasti/ Liputan6.com
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha