Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Pangeran William Bersama Obama Saat Bicara Dengan Pangeran George (E! Online)
Dream - Membuat ikatan emosi dan kedekatan dengan anak tak semudah yang dibayangkan. Banyak orangtua yang tinggal satu atap, setiap hari bertemu dengan anak-anaknya tapi jarang sekali berbicara. Orangtua memang memegang peranan utama dalam membangun kedekatan dengan anak.
Seperti yang dilakukan Pangeran William. Posisinya di Kerajaan Inggris membuatnya harus menjalani peraturan protokelar di mana ia tak boleh membungkukkan badan di depan orang yang status dan posisinya lebih rendah, terutama di area publik.
Namun hal itu itu tak dihiraukannya ketika berbicara dengan Pangeran George, putra pertamanya. Saat memberitahu George atau ketika berbicara dengannya, William tanpa canggung mensejajarkan tubuhnya dengan sang anak. Bahkan kebiasaannya ini sempat mendapat terguran keras dari Ratu Elizabeth, sang nenek.
Hal ini menurut Ivan Thompson, seorang psikolog, justru sangat dianjurkan dilakukan oleh para orangtua saat berbicara dengan anaknya. Yaitu menatap matanya secara lagsung dan
mensejajarkan tubuh.
" Ketika berjongkok tatap mata mereka. Para ahli menyebut ini namanya teknik mendengar aktif, teknik yang menunjukkan pada anak-anak kalau kata-kata mereka sangat penting bagi
orangtuanya. Ini akan meningkatkan harga diri, mengembangkan kepercayaan, dan membantu orangtua dan anak untuk berbicara meskipun dalam situasi yang berat," ujarnya.
Tidak hanya itu, ia juga menyarankan agar orangtua menghentikan semua kegiatan yang sedang ia lakukan sejenak ketika anaknya berbicara dan memberikannya perhatian penuh. Jadi,
ketika si kecil meminta perhatian Anda, cobalah duduk di sebelahnya dan pandang matanya ketika sedang berbicara.
Mungkin bagi orangtua, omongan anak kadang tak terlalu penting didengarkan, hingga tak butuh sampai menatap mata dan merendahkan posisi tubuh. Tapi bagi anak, ketika orangtua fokus pada mereka dan berbicara dengan penuh perhatian, akan berdampak luar biasa pada psikologisnya. Anak akan merasa lebih disayang dan tumbuh jadi pribadi yang hangat.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Brightside
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari