Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasta Gigi (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak, meski usianya masih di bawah lima tahun harus diajarkan menyikat gigi. Jika mereka tak dibiasakan membersihkan gigi, maka risiko gigi berlubang dan sakit gigi yang bakal berdampak buruk pada pertumbuhannya bakal terjadi.
Tantangan dalam mengajarkan menyikat gigi pada anak adalah saat mereka mulai diperkenalkan dengan pasta gigi. Rasa pasta gigi untuk anak biasanya manis dan membuat si kecil menelannya.
Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus bisa membahayakan kesehatan si kecil. Refleks menelan anak memang belum sempurna, sehingga ketika menyikat gigi menggunakan odol mereka kerap menelan.
Bahkan menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, sebanyak 38 persen anak-anak berusia antara tiga hingga enam tahun menggunakan pasta gigi secara berlebihan, lebih dari yang direkomendasikan.
Hal tersebut, seperti dikutip dari Parents, dapat menyebabkan perubahan warna dan memperparah kondisi lubang pada gigi anak. Menurut rekomendasi CDC, anak-anak di bawah tiga tahun, hanya perlu pasta gigi ukuran sebutir beras.
Untuk anak di atas usia 4 tahun hingga 6 tahun hanya butuh pasta gigi seukuran kacang polong. Untuk itu sangat disarankan agar orangtua selalu mengawasi penggunaan pasti gigi pada anak.
Akan lebih baik jika odol dipencet oleh orangtua agar tidak berlebihan. Pasalnya, jika anak menggunakan terlalu banyak odol dapat mengakibatkan masalah perubahan struktur enamel pada gigi anak yang sedang berkembang.
Setelah sikat gigi, pastikan juga anak berkumur hingga benar-benar bersih. Tak adalah lagi sisa kotoran dan odol di gigi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya