Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Bayi Menikmati Camilan (Foto: Shutterstock)
Dream - Sumber nutrisi untuk balita bukan hanya didapatkan dari menu makanan utama dan susu. Bisa juga dipenuhi melalui menu camilan yang diberikan di antara waktu makan.
Untuk menyediakan camilan bagi balita, berikanlah makanan kaya gizi. Bisa membuat es buah, jelly atau kroket mini atau menu kesukaan si kecil. Perhatikan porsinya, jangan memberi terlalu banyak.
Jasly Koo, ahli gizi dari Departemen Nutrisi dan Diet di Rumah Sakit Wanita Singapore Health, mengingatkan bahwa balita memiliki perut yang kecil.
Anak belum punya kemampuan untuk menyantap makanan dalam porsi besar untuk memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan. Karena itu, penting bagi orangtua memberikan makanan ringan agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik.
" Makanan ringan di antara makan besar juga dapat mengurangi stres yang dialami anak-anak dari harapan orangtua bahwa mereka mengonsumsi semua kebutuhan gizi sebanyak tiga kali sehari," ujar Koo
Makan camilan sebenarnya bisa memberi dua efek. Pertama membantu atau malah merusak diet seorang anak. Lalu, bagaimana caranya agar tepat?
" Kuncinya ada pada jenis, jumlah, dan waktunya," katanya.
Sebaiknya, tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula karena berkontribusi pada peningkatan jumlah kalori harian mereka. Jika memberikan makanan seperti ini, berat badan bertambah.
Jangan juga memberikannya dalam jumlah banyak dengan waktu yang terlalu dekat dengan makan besar. Takutnya, bisa memengaruhi nafsu makan si kecil.
" Jadi, orangtua harus memberikan camilan padat nutrisi, dua sampai tiga jam sebelum makan utama," katanya.
Daripada memberikannya yang tinggi gula, tinggi lemak, sebaiknya perbanyak serat dan protein.
Sumber: Aditya Eka Prawira/ Liputan6.com
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

