Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menu Makanan Untuk Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Membuat menu makanan harian untuk bayi atau anak di bawah usia 3 tahun memang cukup menantang. Ibu harus menyiapkan makanan kaya gizi yang disukai si kecil. Selama ini banyak yang mengira kalau bayi di bawah satu tahun cukup diberikan makanan dari sumber nabati.
Hal tersebut karena ingin mengenalkan anak pada sayur dan buah lebih dulu agar mereka suka sayuran. Sebenarnya pendapat tersebut kurang tepat. Pasalnya, sumber protein hewani sangat penting untuk perkembangan otak anak di usia dini.
Daging sapi, ikan, ayam, telur, adalah sumber makanan yang sebaiknya selalu disertakan dalam menu harian si kecil. Saat menu hewani ditambahkan ke dalam sayuran, buah, dan biji-bijian utuh, akan menjadi sumber protein super, termasuk di dalamnya zat besi, seng, selenium, vitamin, dan lemak sehat yang membantu otak anak berkembang optimal.
" Berikan daging yang lembut, serta dimasak dan dibumbui dengan baik, pastikan juga kematangannya sempurna dan mudah dikunyah oleh si kecil. Sebagai langkah awal, bisa memberikannya daging atau ayam cincang," ujar Nancy Z. Farrell, seorang pakar gizi, seperti dikutip dari Fatherly.
Bagi balita yang sudah tumbuh gigi, bisa diberikan dengan bentuk potongan. Untuk mengolahnya, tambahkan sedikit kaldu atau untuk membantu melembabkan daging dan jangan memasaknya terlalu lama karena akan menjadi kering dan sulit dikunyah.
" Mengunyah daging akan membantu balita mempelajari keterampilan oral motorik. Pastikan selalu mendampinginya saat belajar makan makanan padat agar mengurangi risiko tersedak," kata Farrel.
Untuk daging ayam juga demikian. Potong dengan ukuran yang bisa digengam si kecil. Sementara daging ikan, sebaiknya diolah dalam rasa asli agar anak bisa menyesuaikan lidahnya dengan rasa ikan yang khas.
" Cari ikan segar untuk anak dan penting mengolahnya dengan baik agar tidak amis. Aroma ikan yang khas serta tidak amis bisa membangkitkan selera makan si kecil," ungkap Farrel.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya