Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Ibu Menyusui
Dream - Rasa nyeri, lelah dan naik turun emosi, jadi hal yang sering muncul saat menyusui. Pada awal-awal menyusui memang terasa berat. Seiiring berjalannya waktu, biasanya ibu dan bayi akan mendapatkan posisi paling nyaman dan 'mengerti' kebiasaan masing-masing saat menyusui.
Penting diketahui, semua ibu baru pasti mengalami masa-masa sulit di awal menyusui. Ada beberapa keselahan yang sering dilakukan para ibu baru saat menyusui. Jika selama ini proses menyusui masih terasa tak nyaman, mungkin Anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut.
1. Selalu khawatir ASI tak cukup
Tuhan sudah menciptakan tubuh ibu setelah hamil sedemikian rupa, untuk bisa menyusui. Ingatlah selalu, prinsip produksi ASI berdasarkan supply dan demand. Makin sering disusui maka makin banyak produksinya.
Berpikirlah positif bahwa ASI akan selalu cukup, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Hal ini akan membantu Anda lebih tenang saat menyusui, stres berkurang, produksi ASI pun lebih lancar.
2. Payudara kendur dianggap masalah besar
Pada awal menyusui memang payudara terasa terus penuh dan padat. Terutama ketika bayi masih berusia 0 hingga 12 minggu. Tapi setelahnya produksi ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi. Jadi jangan khawatir jika payudara tak terasa penuh dan padat seperti awal menyusui.
3. Khawatir soal pelekatan
Banyak ibu baru yang bermasalah dengan pelekatan yang baik, yaitu menempelnya mulut bayi pada payudara. Pelekatan yang baik memang jadi kunci berhasilnya menyusui. Tapi
kenyamanan merupakan hal utama, agar proses menyusui bisa berjalan lancar. Lebih baik fokuslah pada rasa nyaman dan bukan teori pelekatan.
4. Membuat jadwal menyusui yang ketat
Jadwal menyusui yang ketat tak selalu efektif. Biasanya digunakan untuk bayi-bayi yang mengalami masalah dalam kenaikan berat badan. Bayi kadang merasa kenyang, hanya ingin mencari nyaman, atau ingin dipeluk. Membuat jadwal menyusui yang ketat kadang membuat bayi malah jadi rewel.
Sumber: KidSpot
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
