Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Semangat Kakek 81 Tahun Jadi Relawan Pemeluk Bayi

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 25 September 2018 08:10
Semangat Kakek 81 Tahun Jadi Relawan Pemeluk Bayi
Ia menggendong dan memeluk bayi-bayi yang tak bisa dikunjungi oleh orangtua dan kerabatnya setiap hari.

Dream - Kulitnya sudah sangat keriput. Rambutnya juga memutih. Tubuhnya juga terlihat ringkih. Umur Louis Mapp memang sudah 81 tahun, tapi kakek 8 cucu dan buyut dua cicit ini punya semangat yang luar biasa dalam hal mengurus bayi.

Setiap hari Selasa, Mapp mengendarai sendiri mobilnya ke USA Children's and Women's Hospital di, Alabama. Setelah 45 menit berkendara, Mapp bersama istrinya akan membersihkan diri serta menggunakan pakaian steril.

Mereka lalu menuju ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di rumah sakit tersebut. Area NICU diperuntukkan untuk merawat bayi-bayi yang baru lahir tapi memiliki kondisi medis yang butuh perawatan intensif.

Apa yang dikerjakan Mapp dan istrinya di ruang NICU? Ia menggendong dan memeluk bayi-bayi yang tak bisa dikunjungi oleh orangtua dan kerabatnya setiap hari. Pelukan, menurut penelitian memang bisa meningkatkan imunitas dan mempercepat proses penyembuhan bayi-bayi baru lahir.

" Aku suka melihat ekspresi para bayi ketika aku menggendongnya. Saat mereka tersenyum, langsung membuatku hariku bahagia," ungkap Mapp pada WKRG News.

1 dari 1 halaman

Sumbangkan US$ 1 Juta untuk Bayi di NICU

Sumbangkan US$ 1 Juta untuk Bayi di NICU © Dream

Tak hanya memberi pelukan dan dukungan pada para bayi. Mapp dan istrinya juga mengalokasikan sumbangan sebesar US$ 1 Juta pada NICU di rumah sakit tersebut.

Uang tersebut digunakan oleh bayi di NICU yang butuh penanganan medis tapi kondisi keluarganya kekurangan.

" Setiap hari aku bertanya kepada Tuhan, tunjukkan aku, di mana aku bisa menolong mereka," ungkap Mapp.

Rupanya saat melihat bayi-bayi di NICU, perasaan Mapp sangat tersentuh. Ia pun lantas menawarkan diri menjadi relawan dan memberi donasi cukup besar di NICU.

" Bayi-bayi ini sangat berharga. Sulit untuk mengungkapkannya dalam kata-kata," katanya.

Sumber: Upworthy/ Youtube University of South Alabama.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More