Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi Ibu Hamil.
Dream – Wanita hamil sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan yang dapat membahayakan nyawanya dan anaknya. Salah satunya, tekanan pada jantung dan sistem sirkulasi.
Tekanan pada jantung ini tidak membahayakan bayi yang akan dilahirkan, tapi bisa menyebabkan komplikasi serius untuk sang ibu.
Dilansir dari Time, Jumat 20 Juli 2018, jumlah wanita yang terkena serangan jantung selama kehamilan, persalinan, ataupun pasca kelahiran, meningkat. Dalam jurnal Clinical Proceedings, para peneliti mengamati lebih dari 49 juta kelahiran.
Hasilnya, ada 1.061 di antaranya adalah wanita yang terkena serangan jantung selama persalinan, 922 wanita selama kehamilan, dan 2.390 wanita setelah melahirkan.
Secara keseluruhan, risiko terkena serangan jantung relatif rendah. Tapi, peneliti menemukan risikonya meningkat hingga 25 persen selama 2002-2014.
" Meskipun serangan jantung pada wanita muda jarang terjadi, waktu selama dan segera setelah kehamilan adalah periode yang sangat rentan di mana penyakit jantung mungkin muncul," kata ahli jantung intervensi dan asisten profesor kedokteran di New York University, Nathaniel Smilowitz.
Smilowitz mengatakan wanita hamil berusia 35-39 tahun memiliki risiko serangan jantung lima kali lebih besar daripada wanita hamil berusia 20 tahunan. Wanita yang berusia 40 tahun ke atas juga risikonya lebih tinggi. Penyakit seperti obesitas dan diabetes juga bisa memicu serangan jantung.
" Semua wanita harus mengetahui faktor risiko kardiovaskular mereka, seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan obesitas, dan bekerja dengan dokter mereka untuk mengendalikan faktor-faktor ini sebelum atau awal selama kehamilan," kata dia.
(Laporan: Erisa Riyana)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha