Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Sering Dikira Nakal, Ternyata Anak Mengalami Hal Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 23 Januari 2018 19:32
Sering Dikira Nakal, Ternyata Anak Mengalami Hal Ini
Jangan langsung melabeli anak-anak yang sedang mengamuk tersebut dengan sebutan buruk.

Dream - Melempar barang-barang, menangis tak terkendali, bahkan memukul dan menendang orang di sekitarnya. Mungkin kondisi ini pernah terjadi pada buah hati Sahabat Dream. Kondisi memang sangat membuat frustasi orangtua.

Jangan langsung melabeli anak-anak yang sedang mengamuk tersebut dengan sebutan buruk, seperti 'nakal', 'bandel' atau susah diatur. Kondisi tersebut seringkali menunjukkan kalau
sebenarnya anak butuh bantuan orangtua.

1. Kemampuan mengontrolnya belum matang
Pernah meminta si kecil untuk tak melempar mainannya, namun mereka malah melemparnya dengan jauh? Pada anak yang berusia di bawah lima tahun, pertumbuhan area otak yang
fungsinya memberi kontrol diri belum sepenuhnya sempurna dan matang.

Inilah yang membedakan anak-anak dan dewasa. Seiring bertambahnya usia, area otak tersebut akan semakin matang. Kemampuan mengontrol diri merupakan proses perkembangan yang sangat panjang. Jadi saat menghadapi anak-anak tak terkendali memang mereka harus diingatkan kembali dan level kesabaran harus ditambah

2. Stimulasi berlebihan
Membawa anak-anak ke pusat perbelanjaan, taman bermain atau mengikuti tur wisata seharian, memang akan membuatnya sangat kegirangan. Anak bisa melompat ke sana ke mari, bermain, tapi setelahnya bisa tiba-tiba rewel dan menangis.

Hal ini karena situasi yang berbeda dan seru bagi anak bagai 'pisau bermata dua'. Memang sangat menghibur tapi anak-anak tetap butuh istirahat fisik, berupa tidur siang atau setidaknya istirahat duduk makan. Saat mereka kelelahan kondisi moodnya bisa berubah total.

3. Belum bisa mengungkapkan emosi dengan baik
Ada anak-anak yang tak dibiasakan untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya melalui ucapan. Sehingga ketika ia merasa sedih atau kecewa, sikapnya jadi sangat sulit dikendalikan. Ia mencoba menyampaikan emosi yang terpendam melalui sikapnya.

Untuk itu kenalkan berbagai emosi pada anak dan ajarkan ia untuk mengungkapkannya. Misalnya, ajarkan anak saat ia kesal karena mainannya diambil kakaknya, untuk mengungkapkan kekesalnnya. Bisa dengan mengungkapkan " aku gak suka mainanku diambil" , " aku kesal" , " aku sedih sikap kakak begitu" dan sebagainya. Orangtua memang sangat berperan besar dalam hal ini.

Sumber: Upworthy

Beri Komentar