Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi
Dream - Memfokuskan perhatian, baik fisik maupun pikiran untuk bermain bersama anak, berinteraksi secara maksimal, bukan perkara mudah. Apalagi ketika tak jauh dari gapaian, terdapat ponsel yang seperti 'memanggil-manggil' untuk dilirik.
Mungkin Anda merasa sudah memberi perhatian yang cukup pada buah hati, tapi ketika bersamanya, ponsel terus dalam genggaman. Tangan mungkin menggendong si kecil, tapi pikiran Anda tertuju pada isi dalam ponsel. Kondisi ini seringkali berujung konflik.
Bisa karena Anda kesal karena si kecil berusaha mengambil ponsel untuk memainkannya atau perhatian yang terbagi membuat emosi jadi mudah tersulut. Kebiasaan ini memang harus
dihentikan segera. Saat bersama anak, fokuslah bermain dengannya, jauhkan ponsel.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim psikolog di Universitas Indiana, AS, orangtua yang perhatiannya selalu teralihkan saat bermain dengan anak-anaknya kemungkinan besar
akan membuat anak merasa sangat kurang perhatian. Hal ini akan berdampak pada perkembangan kognitifnya.
" Kemampuan anak yang menopang perhatian diketahui sebagai indikator yang kuat untuk keberhasilan akuisisi bahasa, pemecahan masalah, dan dasar kemampuan kognitifnya," ujar ketua penelitian tersebut, Chen Yu.
Perhatian yang diberikan pada anak secara lebih fokus tentu akan membuat orangtua jadi tutor yang baik. Anak pun jadi lebih baik dalam hal menerima pelajaran dan koreksi. Pengalaman ini juga akan ditirunya dalam hal bersosialisasi dan membangun hubungan sosial.
" Ketika orangtua memperhatikan akan sangat mempengaruhi anak dalam hal intuisi. Mereka juga memiliki koneksi batin yang lebih kuat, dan hal ini tak bisa dilakukan jika fokus perhatian selalu terpecah," ujar Sam Wass, psikolog dari Universitas Cambridge.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Pop Sugar
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha