Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Anak Menolak Makan
Dream - Menyuapi anak memang butuh kesabaran ekstra. Ada kalanya mereka berlama-lama membiarkan makanannya di mulut atau mengemut dan tak kunjung ditelan. Padahal kita sudah menyiapkan makanan khusus untuknya.
Hal ini menurut dr. Titis Prawitasari, Sp.A(K), bisa terjadi karena multifaktor. Ia menjelaskan kalau proses makan dan menyuapi anak bukan hanya sekedar memberi makan saja. Tapi juga melibatkan emosi.
Interaksi dalam proses makan dipengaruhi oleh kondisi kedua belah pihak, baik temperamen, perilaku maupun kebiasaan masing-masing. Selain itu terdapat pengaruh lingkungan yang juga akan ikut memberi nuansa dan hasil yang berbeda.
" Yang dimaksud lingkungan di sini adalah adanya orang lain, mainan, televisi, gadget yang sering menjadi pengganggu (distraktor) dalam proses makan tersebut. Proses makan juga merupakan proses belajar," tulisnya dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Penyebab anak mengemut makanan yang paling sering, menurut dr. Titis adalah karena proses makan yang terlalu lama. Banyak orangtua terlalu berorientasi untuk menghabiskan target volume/banyaknya makanan. Seringkali terjadi bahwa proses makan berlangsung lebih dari 1 jam.
" Penyebab lain yang juga sering terjadi adalah banyaknya pengganggu yang ada di sekeliling anak. Adanya mainan, siaran televisi/video (film maupun lagu atau sekedar iklan), dan kegiatan orang dewasa yang menarik perhatian anak menyebabkan ia 'melupakan' kegiatan makan dan berhenti mengunyah makanan," ujar dr Titis.
Satu lagi penyebab mengapa anak sering mengemut makanan adalah karena makanan yang diberikan justru tidak menantang untuk dikunyah karena tidak terasa enaknya. Mungkin kurang bertekstur kurang berbumbu atau hambar serta bosan dengan makanan yang itu-itu saja.
Solusi
Untuk mengatasi kebiasaan mengemut ini, buatlah jadwal makan yang teratur. Jam yang sama setiap harinya. Pastikan proses makan tidak lebih dari 30 menit. Jika makanan masih banyak dan sudah lebih dari 30 menit, jangan diberikan lagi.
Bangun suasana makan yang nyaman, netral (tidak ada paksaan), tidak ada distraktor (mainan, games, TV), tidak dibawa jalan-jalan (walaupun tidak selalu harus di “ high chair”). Berikan porsi makan yang sedikit tapi sering. Dahulukan makanan yang bertesktur padat baru cair, berikan variasi makanan yang beragam. Selalu buat menu baru dan bervariasi agar anak mengenal beragam rasa dan tidak bosan.
Sumber: IDAI
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari