Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi
Dream - Orang-orang banyak memberikan saran ketika baru menjadi orangtua. Mulai dari pertama kali melihat perut membesar hingga ketika membesarkan anak. Tapi mereka jarang memberi tahu hal-hal yang akan dialami ketika lahir anak kedua.
Anggapannya tentu saja sudah memiliki pengalaman mengurus anak pertama. Tapi tak selalu demikian. Baik ketika memiliki anak pertama, kedua atau ketiga, orangtua akan punya
pengalaman baru karena menghadapi kepribadian anak yang berbeda.
Lalu apa saja yang bakal mungkin Anda hadapi setelah anak kedua lahir? Jawab pertama adalah rasa bersalah. Mau tidak mau Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bayi
yang baru lahir. Padahal sebelumnya perhatian fokus hanya pada satu anak.
" Rasa bersalah memang cenderung muncul. Baik ketika lebih sering menghabiskan watu dengan si bayi atau ketika kita sedang bersama si sulung. Kurangi perasaan bersalah tersebut dengan
lebih banyak menghabiskan waktu bertiga atau libatkan si kakak untuk membantu Anda mengurus si bayi," ujar Karen Calista, seorang konselor psikologi, seperti dikutip dari Parents.
Menurutnya, orangtua juga cenderung tetap akan merasa kurang berpengalaman dalam menghadapi bayi. Apalagi jika jarak kelahiran cukup jauh. Penyesuaian pun dilakukan dari awal dan butuh waktu.
" Turun naik emosi tetap dialami para orangtua yang memiliki bayi baru lahir. Jadi jangan menganggap anak kedua selalu lebih mudah. Jika memang mengalami masalah berupa ketidakstabilan emosi segera cari bantuan," ujar Karen.
Menjadi orangtua merupakan pekerjaan panjang dan penuh tanggung jawab. Masalah-masalah yang mungkin muncul harus selalu dikomunikasikan dengan pasangan agar menjadi tim yang kompak dalam membesarkan buah hati.
Laporan Gemma Fitri Purbaya