Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Permainan Pokemon
Dream - Banyak orang yang memandang sebelah mata permainan pokemon. Mainan ini dianggap bakal berdampak buruk pada anak, membuat mereka kecanduan dan lupa waktu. Ternyata tak selamanya permainan anime ini berefek negatif.
Sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of California Berkeley dan Stanford University menemukan bahwa orang-orang yang cukup banyak bermain game Pokemon di masa kecilnya mengembangkan wilayah otak baru yang berisi pemicu memori terkait dengan Pokemon.
Penelitian ini melibatkan 11 pemain pemula dan 11 pemain berpengalaman. Untuk pemain berpengalaman pertama kali bermain video game pokemon antara usia 5-8. Mereka bisa menyebutkan ratusan jenis Pokemon.
Pemindaian MRI yang dilakukan pada kedua kelompok sambil ditunjukkan gambar Pokemon dan hewan normal yang dicampur bersama mengungkapkan bahwa wilayah otak yang disebut sulkus oksipitotemporal, merespons gambar Pokemon pada pemain berpengalaman.
" Kami menemukan perbedaan besar antara orang-orang yang memainkan Pokémon di masa kecil mereka dibandingkan mereka yang tidak," kata Jessie Gomez, peneliti utama, seperti dikutip dari World of Buzz.
Ternyata, orang-orang yang ahli Pokémon tidak hanya mengembangkan representasi otak yang unik untuk Pokemon di korteks visual. Tetapi bagian yang paling menarik adalah bahwa lokasi respons terhadap Pokemon sangat konsisten.
Rupanya, bagian otak yang mengenali Pokemon berada dalam " korteks visual tingkat tinggi" yang bertanggung jawab untuk memproses wajah dan kata-kata.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya