Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Penolakan terjadi pada semua orang. Termasuk anak-anak di sekolah. Ketika sekolah bertemu guru serta banyak teman, anak akan mendengar banyak opini. Pendapat dan keinginan mereka pun tak akan selalu terpenuhi.
Misalnya ketika mengerjakan tugas kelompok, anak ingin mengerjakan dengan idenya sendiri. Tapi teman-temannya tak setuju. Hal ini tentu bisa membuatnya merasa kecewa, marah, dan sedih. Penting bagi orangtua untuk membantu anak memahami bahwa penolakan adalah hal wajar yang bisa terjadi pada siapapun.
Penolakan juga tak harus dihadapi dengan sikap yang buruk. Ajak anak untuk bisa menerima dan menghargai pendapat dan keputusan orang lain. Bagaimana caranya?
1. Contoh positif
Anak selalu melihat orangtua dan orang di sekitarnya sebagai contoh. Usahakan sebagai orangtua Anda juga mengkondisikan situasi di mana anak bisa belajar menghadapi penolakan. Misalnya ketika memutuskan akan makan di mana saat akhir pekan. Minta pendapat anak, lalu ungkapkan juga pendapat Anda.
Biarkan ayah yang memutuskan. Jika ayah memutuskan mengikuti pendapat anak, mintalah alasannya. Tunjukkan pada sikap Anda yang positif mengikuti suara terbanyak. Anak pasti akan belajar banyak hal dari hal tersebut.
2. Ceritakan pengalaman
Anda juga bisa menceritakan pengalaman saat menghadapi penolakan. Misalnya saat kecil dan tak boleh masuk Paskibra oleh kakek karena memiliki penyakit asma. Cerita pengalaman ini biasanya sangat mengena. Lalu ungkapkan juga solusi dan cara menghadapi kekecewaan itu. Contohnya, " akhirnya mama/papa ikut les renang, tubuh jadi sehat dan jarang lagi kena serangan asma" .
3. Minta pendapatnya
Cari tahu juga apa yang anak rasakan jika ia ditolak di kelompok pertemanan. Atau ketika ia mengikuti seleksi lomba MIPA mewakili sekolah tapi namanya tidak lolos. Minta pendapat anak untuk tahu apa yang ia rasakan. Setalah Anda tahu, ungkapkan padanya kalau tak selamanya yang mereka inginkan bisa tercapai. Penolakan dan kegagalan akan selalu ada dan mereka harus menghadapinya dengan bijak.
Sumber: Momtastic
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya