8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sejak kecil, anak-anak memiliki naluri untuk mengungkap keluhan dan memberi tahu ketika mereka menghadapi masalah. Sebagai orangtua, kita pun memiliki naluri untuk selalu membantu si kecil.
Misalnya saat ia bilang merasa haus, kita langsung mengambilkannya minum. Saat si kecil menumpahkan minuman ke lantai kita langsung membersihkan. Hal ini memang cenderung muncul secara 'otomatis' tapi sebenarnya harus segera dikurangi.
" Tanpa disadari, orangtua justru menyelesaikan masalah si kecil, bukan membiarkannya berpikir kritis mencari solusi," ujar Jamie White seorang praktisi pendidikan anak, seperti dikutip dari Play To Learn.
Dengan menyelesaikan masalah ringan yang ditemuinya sehari-hari, kemampuan si si kecil untuk berpikir akan berkembang pesat. Namun jika ia terbiasa dilayani, semua hal dipenuhi dan ia tak perlu berpikir mencari cara menyelesaikannya maka anak jadi tidak bisa terbiasa berpikir kreatif.
" Padahal, kemampuan itu sangat dibutuhkan saat ia bersekolah, bahkan saat dewasa ketika menemui banyak masalah," ungkap White.
Ketika anak dihadapkan dengan masalah, cara terbaik untuk melatihnya adalah dengan memberi respons seperti " bagaimana cara mengatasinya yah? atau " lalu harus bagaimana ya?" . Pertanyaan tersebut akan menstimulasi otak untuk bekerja lebih keras.
Ajak si kecil untuk berdiskusi bersama untuk mencari jalan keluar. Jika si kecil masih belum paham, Anda bisa membimbingnya pada petunjuk demi petunjuk. Namun, pastikan untuk tidak menyelesaikan masalah mereka.
Peran utama orangtua adalah untuk memberi semangat dan terus mengingatkan bahwa mereka mampu mengatasi masalahnya. Hal inilah yang akan membangkitkan motivasi si kecil.
" Anak yang menguasai penanganan masalah sehari-sehari dengan baik cenderung lebih mandiri di kemudian harinya. Jika ditanamkan sejak kecil, ia akan menjadi bibit-bibit unggul dari orang hebat di masa depan," kata White.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian