Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Cuci Tangan (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak, terutama balita koordinasi motorik dan otot-ototnya belum berkembang dengan sempurna. Tak heran kalau mereka sering menumpahkan air, bermain tanah dan mengotori seluruh pakaiannya.
Belum lagi seringkali memasukkan apapun ke dalam mulutnya, termasuk kotoran. Akan sulit memisahkan anak-anak dengan hal yang berbau kotoran. Untuk itu sejak dini mereka juga
harus diajarkan soal higienitas dan menjaga kebersihan dirinya sendiri.
" Justru dari sejak balita anak harus diajarkan kebersihan dirinya. Hal ini akan membentuk kebiasaan hingga dewasa kelak. Harus diasah instingnya terkait kebersihan dan ini tak bisa dilakukan dalam semalam," ujar Brett R. Kuhn, Ph.D., psikolog anak dari University of Nebraska Medical Center dan penulis buku The Toddler Owner's Manual.
Semakin familiar dengan kebiasaan menjaga kebersihan, anak akan merasa risih jika ada kotoran atau melihat kondisi yang kotor di sekelilingnya. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi kesehatan pribadi dan lingkungannya. Untuk itu, wajib ajarkan buah hati tiga hal ini.
Cuci tangan
Bisa dibilang ini yang paling dasar dan sederhana. Cuci tangan dengan sabun. Setelah bermain, sepulang dari sekolah, sebelum dan sesudah makan. Pastikan juga wastafel atau kran air
mudah dijangkau oleh si kecil. Sediakan bangku kecil untuknya agar ia bisa mencuci tangan sendiri. Ajarkan kalau seluruh telapak dan sela-sela jarinya wajib dibersihkan menggunakan
sabun.
Etika bersin dan batuk
Hal ini juga wajib diajarkan dan diberi tahu. Banyak orag dewasa merasa tak masalah batuk dan bersin dengan tak menutup mulut karena tak diajarkan sejak kecil. Padahal ada etika yang
memang harus dikenalkan dan diajarkan.
Saat bersin atau batuk, ajarkan untuk menutup mulut dengan pergelangan tangan. Bisa juga menutup mulut dengan tisu atau mencari tempat sepi untuk menghindari orang banyak agar
virus tak tersebar dengan mudah.
Membuang dahak dan lendir hidung
Saat batuk dan pilek tentu banyak sekali lendir baik berupa dahak dan ingus. Anak balita usia 2 tahun sebenarnya sudah bisa diajarkan untuk membuang lendiri tersebut. Hanya perlu
dicontohkan berulang kali, lagi-lagi. Jika sudah terbiasa, anak-anak akan langsung mengambil tisu dan membuang lendirnya sendiri tanpa perlu disuruh.
Sumber: Parents
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi