5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Perkembangan Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sudah fitrahnya orangtua ingin selalu memberikan hal-hal yang terbaik bagi anak. Termasuk gizi dan stimulasi. Mungkin sebagai orangtua Anda sudah merasa cukup memberikan
semuanya.
Namun saat anak dibandingkan dengan anak lain yang punya kemampuan lebih baik, orangtua seringkali merasa panik atau iri. Hal yang sering muncul di kepala biasanya 'duh, kok anak si
dia sudah bisa bicara jelas, anakku belum, jangan-jangan ada masalah' atau perasaan panik lainnya.
Kecenderungan membanding-bandingkan ini biasanya muncul saat kumpul bersama keluarga atau teman yang memiliki anak sebaya. Mungkin jika dilakukan hanya sekedarnya tidak
masalah. Hal yang menjadi masalah ketika perasaan panik dan iri jadi berlarut-larut.
" Membanding-bandingkan atau iri-irian memang kerap terjadi ya. Namanya ibu-ibu pasti suka membandingkan, 'Kok anak dia umur segitu udah bisa gitu, kok anak saya belom'. Ini bisa jadi
penyakit berbahaya bagi sang ibu, seperti menjadi malu dan rendah diri," ujar Vera Itabiliana, seorang psikolog dalam acara #OramiBirthClub, di Jakarta Selatan.
Tentu saja hal itu tak boleh dibiarkan, kenapa? Ibu yang rendah diri, merasa gagal atau tak percaya diri bisa 'menulari' anak-anaknya dan akan berdampak negatif pada psikologisnya kelak.
Hal yang perlu diingat, ketika muncul perasaan membandingkan adalah selalu tekankan kalau perkembangan dan kelebihan anak berbeda-beda.
Hanya satu kelebihan anak lain tak boleh lantas menyimpulkan kalau pertumbuhan anak sendiri terlambat. Apalagi membuat kesimpulan sendiri tanpa berkonsultasi. Jika hal ini terjadi, lihat
lagi kartu sehat atau kartu menuju sehat. Dari kartu tersebut ada pencapaian atau milestone anak tiap umurnya.
" Salah satu caranya adalah ibu harus pakai kacamata kuda. Jangan membandingkan anaknya dengan anak orang lain, harusnya dibandingkan dengan milestone perkembangan yang berlaku
secara umum," jelas Vera.
Milestone tersebut dibeberkan oleh Vera seperti yang terdapat dalam kartu sehat. Kartu ini dibagikan gratis di puskesmas atau buku perkembangan anak dari RS.
" Ibu kan pasti punya kartu sehat, dari situ bisa dilihat umur sekian bulan sudah bisa apa. Jadi lakukan perbandingan dengan yang berlaku secara umum aja, patokannya jangan anak orang
lain," tegas Vera.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman