Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Susu Bukan Solusi Tepat untuk Si 'Picky Eater'

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 17 Oktober 2018 12:11
Susu Bukan Solusi Tepat untuk Si 'Picky Eater'
Jika tak ada menu yang diinginkanya, anak cenderung memilih susu dan tak mau makan sama sekali.

Dream - Sangat pilih-pilih dalam hal makanan, kerap dikeluhkan para orangtua saat menghadapi kebiasaan makan anak. Biasanya anak-anak yang pemilih atau picky eater hanya ingin menu makanan yang sama setiap saat.

Saat disuguhi menu lain, ia langsung menolak. Tak mau mencicipinya sama sekali. Jika tak ada menu yang diinginkanya, anak pun lebih memilih susu dan tak mau makan sama sekali.

Rupanya hal ini tidak tepat dan sangat tidak dianjurkan. Susu sifatnya bukan menggantikan menu makanan, tapi hanya pelengkap saja.

" Susu salah satu asupan makanan anak pada masa bayi, terutama enam bulan pertama kehidupannya yang bisa diperoleh dari air susu ibu (ASI). Setelah enam bulan pertama, ditambahkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sebagai pelengkap, karena kebutuhan anak meningkat," ujar Prof. Dr Rini Sekartini SpA, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Bunda Menteng, Jakarta.

Setelah si Kecil menginjak usia satu, barulah orangtua memberikannya makanan keluarga berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya, sayur, buah, dan susu sebagai pelengkap.
Susu, kata Rini, memang kaya akan gizi namun kurang tepat dijadikan 'senjata' kepada anak yang susah makan dan pilih-pilih makanan.

" Meskipun kaya gizi, kandungan zat besi di dalamnya biasanya kurang optimal," kata Rini.

Anak berumur satu tahun membutuhkan 6 gram zat besi setiap hari. Sementara di dalam 1.000 cc susu, hanya mengandung 0,5 sampai 2 mg zat besi. Untuk itulah, jangan mengandalkan susu guna memenuhi kecukupan gizi anak yang pemilih makanan.

Anak tetap membutuhkan asupan makanan seimbang kaya nutrisi, termasuk kecukupan zat besi di setiap usia. Kkebutuhan susu anak pada usia balita kira-kira 500 sampai 600 cc per hari. Selebihnya, anak harus makan.

" Jadi, susu tidak dapat menggantikan makanan yang harus dikonsumsi anak," kata Rini.

Sumber: Aditya Eka Prawira/ Liputan6.com

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More