Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Tak Boleh Asal 'Memvonis' Anak Obesitas, Alasannya...

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 10 Juli 2017 18:07
Tak Boleh Asal 'Memvonis' Anak Obesitas, Alasannya...
"Dengan melihat bobot tubuh anak atau anak lebih besar dari temannya bukan penilaian yang tepat terkait analisis obesitas".

Dream - Tubuh seorang anak yang lebih besar dari anak seusianya seringkali dibilang gendut, bongsor, atau bahkan langsung 'divonis' obesitas. Hal ini mungkin Anda sering dengar. Sebaiknya kata-kata tersebut jangan pernah keluar dari mulut.

Pasalnya, bahkan dokter sekalipun tak bisa dengan mudah mengeluarkan pernyataan seorang anak mengalami obesitas tanpa pemeriksaan khusus dan menyeluruh. Label obesitas atau kegemukan ini seringkali membuat orangtua berinisiatif mengurangi porsi makan anak. Padahal, anak sangat butuh nutrisi untuk pertumbuhan yang optimal dan hal itu didapatkan dari makanan.

" Dengan melihat bobot tubuh anak atau anak lebih besar dari temannya bukan penilaian yang tepat terkait analisis obesitas. Kami para dokter anak menggunakan metode perhitungan ideks masa tubuh dan grafik persentil bayi untuk melakukan perhitunga berat badan sebelum menyatakan seorang anak kegemukan atau obesitas," ujar Dr. Stephen Daniels, seorang dokter anak yang juga kepala penelitian The Role of the Pediatrician in Primary Prevention of Obesity di RS Chicago, AS.

Menurutnya para dokter akan sangat berhati-hati dalam menganalisis persentase bobot tubuh, tinggi serta usia anak. Jika memang dibutuhkan diet makan menu makanan juga harus seimbang dan sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

" Tak boleh sembarang mengurangi asupan tertentu karena anak masih dalam masa pertumbuhan, nutrisi yang dibutuhkannya sangat penting. Dengan hanya kasat mata orang awam, tak bisa menilai secara tepat obesitas atau tidak. Berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik," ungkap dr. Daniels.

 

Sumber: Fatherly

 

 

 

Beri Komentar