Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Pixabay)
Dream - Selama ini banyak yang menganggap usia ibu akan sangat berpengaruh pada kesehatan janin yang dikandungnya. Ternyata bukan hanya usia ibu yang berperan, tapi juga usia ayah.
Salah satu artikel ilmiah yang dipublikasikan British Medical Journal mengungkap, bayi yang lahir dari ayah yang tua lebih mungkin mengalami masalah kesehatan. Mulai dari kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah pernapasan.
Penelitian ini dilakukan oleh Direktur Reproduksi Pria dari Stanford University Medical Center, California, Amerika Serikat, Michael Eisenberg. Ia meneliti menggunakan data National Vital Statistics System terhadap 40 juta kelahiran di Amerika Serikat dari 2007-2016.
Kemudian, ia membagi para ayah dalam lima kelompok usia. Yakni di bawah 25 tahun, 25 - 34, 35-44, 45-54 dan lebih tua dari 55 tahun. Peneliti juga memperhitungkan usia ibu juga dalam hal ini.
Hasilnya, semakin tua usia ayah semakin tinggi masalah kesehatan pada bayi. Bayi yang lahir dari ayah di atas 45 tahun dibandingkan dengan ayah berusia 25-34, kemungkinan anak lahir prematur 14 persen lebih tinggi.
Lalu, bayi yang lahir dari ayah 55 tahun memiliki skor yang rendah pada tes Apgar, ini adalah tes untuk mengukur kesehatan bayi baru lahir seperti denyut jantung, napas, dan refleks. Efeknya, berisiko 10 persen lebih tinggi membutuhkan bantuan pernapasan dan 28 persen kemungkinan dirawat di neonatal intensive care unit (NICU).
Peneliti berkesimpulan hal tersebut berkaitan erat dengan kondisi sel sperma. Produksi sperma pria terus dibuat yang berarti ada sel-sel yang secara konstan membarui dan membelah. Namun, kadang-kadang proses pembaharuan sel-sel berjalan tak tepat.
Semakin tua, semakin banyak mutasi sel yang terjadi dan semakin besar peluang mewariskan mutasi yang berbahaya seperti disampaikan Eisenberg. " Selama ini, risiko itu kerap datang dari wanita usia tua, tapi saya rasa dengan data ini menunjukkan usia pria juga memengaruhi kesehatan bayi," kata Eisenberg.
Sumber: Benekdita Desideria/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya