Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak orangtua berusaha keras untuk memastikan anak-anak mereka mengambil jalan yang aman. Berusaha melindungi mereka dari perasaan terluka, celaka, dan bahkan kegagalan.
Tanpa disadari, hal tersebut justru bukan melindunginya tapi malah melemahkannya. Akibatnya, anak-anak menjadi terlalu berhati-hati dan selalu dipenuhi rasa cemas.
" Kita harus berhenti memanjakan anak-anak kita. Meskipun mungkin membuat kita merasa lebih baik sebagai orangtua. Sikap berlebihan dalam melindunginya justru memicu level kecemasan yang tinggi pada anak," kata Rebecca Weingarten, seorang dokter spesialis tumbuh kembang anak, seperti dikutip dari Todays Parent.
Rebecca justru meminta para orangtua dan pendidik untuk membiarkan anak-anak mengambil risiko. Ini seperti mengasah kepekaan anak dalam menilai sebuah situasi yang akan sangat bermanfaat bagi perkembangan psikologisnya.
" Insiden jatuh saat naik sepeda, gagal dalam sebuah ujian atau hal lain yang mengecewakan bakal mengajarkan anak banyak hal. Memang rasanya menyedihkan, tapi harus dilihat secara jangka panjang kalau itu merupakan pelajaran yang tak didapatkannya di sekolah," ungkap Rebecca.
Misalnya biarkan si kecil memanjat pohon, tak perlu menakutinya akan terjatuh, cukup awasi dari jauh. Atau, tak ada salahnya mendaftarkan anak pada sebuah kompetisi. Menang atau kalah, setidaknya pengalaman berkompetisi akan jadi pelajaran berharga untuknya.
" Justru anak akan lebih kuat mental jika ia pernah gagal dan lalu bangkit menghadapinya," pesan Rebecca.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya