Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi
Dream - Menjadi orangtua merupakan 'pekerjaan' yang tak ada habisnya. Dibutuhkan kesabaran sekaligus ketegasan, bijak sekaligus disiplin dan tentunya selalu bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak.
Ada kalanya muncul perasaan atau pikiran buruk, misalnya " sepertinya saya bukan orangtua yang baik" , " anak saya bersikap buruk, pasti ini salah saya" . Biasanya hal ini itu terjadi ketika ada masalah dalam keluarga, serta hubungan dengan anak atau pasangan sedang tak akur.
Penting diketahui kalau setiap keluarga pasti mengalami masalah internal. Tapi jangan sampai pikiran buruk menguasai Anda. Lalu, bagaimana jika muncul pikiran negatif ketika harus menghadapi sikap anak yang buruk atau hubungan dengan pasangan yang merenggang?
Jangan membandingkan
Hindari membanding-bandingkan kehidupan Anda dengan orang lain. Biasanya yang terjadi di dalam rumah tak seindah apa yang terlihat di luar. Setiap pasangan atau orangtua pasti pernah melakukan kesalahan. Tak ada orangtua yang sempurna. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan memperburuk keadaan dan tak menyelesaikan masalah.
Cari teman bicara
Pikiran buruk yang mendominasi akan membuat Anda tak bisa berpikir jernih dan melihat sudut pandang lain. Cobalah cari teman bicara, bisa siapapun, teman, kerabat atau mereka yang Anda percaya bisa 'menjernihkan' pikiran buruk.
Minta bantuan
Merasa gagal, stres dan depresi saat menghadapi anak atau masalah keluarga tak kunjung selesai? Mungkin sudah saatnya Anda mencari bantuan profesional, bisa psikolog keluarga atau konselor, atau dukungan dalam komunitas. Meski tak secara langsung membuat masalah selesai, tapi setidaknya pribadi jadi lebih kuat dan Anda bisa membantu Anda menghadapai masalah dengan pikiran yang positif. Ingat, jangan terlalu lama terjebak dalam pikiran buruk.
Sumber: Empowering Parents
Baca Juga: Remaja Putri Cenderung Tak Percaya Diri Saat Puber Twitter Bikin Emoji Khusus untuk Hari Ibu Kesulitan Belajar Bukan Hanya Disleksia, Ada Jenis Lain 6 Keuntungan Jika Anak Belajar Musik Facebook Bikin Panduan Khusus untuk Orangtua Rating Usia di Televisi Tak Selalu 'Aman' Duo Ibu Anak Berhijab Tampil Garang di Ring Tinju Cari Tahu Alasan Buah Hati Menangis di Sekolah