Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Penataan Mainan Anak (Foto: Twenty)
Dream - Buku-buku, pensil warna, tumpukan boneka, robot dan berbagai kartu bertebaran di seluruh bagian rumah. Saat anak tidur, baru kita bisa merapikan mainan dan barang-barangnya.
Menata barang anak ini memang butuh 'perjuangan'. Ketika rumah sudah rapi, si kecil menumpahkan mainannya lagi ke tiap sudut rumah. Untuk menatanya, bagaimana kalau mengikuti metode Konmari. Metode ini dikembangkan oleh Marie Kondo, seorang konsultan penataan barang, asal Jepang.
Menurutnya dalam menata mainanan anak, kuncinya bukan pada kotak-kotak penyimpanan. Tapi lebih pada untuk menyortir, mengatur dan membuang mainan yang sudah rusak.
" Langkah pertama rapikan barang-barang anak berdasarkan kategori, bukan lokasi. Sebaiknya berpikir untuk memperbisihkan mainan, baju atau buku-buku dulu, bukan membersihkan kamar tidur, ruang main atau ruang keluarga. Cara ini akan membuat barang tertata lebih baik," ujar Marie, seperti dikutip dari PureWow.
Untuk menyortir barang-barang anak, mulailah dari barang yang sudah sangat rusak, jelek dan berdebu. Kondisinya yang sudah sangat buruk, membuat Anda lebih mudah membuangnya. Setelah itu baru barang yang punya sisi sentimental, seperti kaus kaki bayi, sarung tangan atau popok si kecil, yang biasanya membuat Anda nostalgia dibuatnya.
" Barang sentimentil ini saat membereskannya akan melibatkan emosi, jadi lebih baik sortir dulu barang yang memang sudah rusak dan tak punya efek emosi, karena akan mempermudah," kata Marie.
Pisahkan juga barang-barang Anda dengan anak. Sebaiknya jangan menyatukan lemari pakaian atau lemari barang dengan anak. Memisahkan barang-barang Anda dan anak akan sangat membantu mereka belajar tentang mengembalikan kembali barang ke tempat asalnya. Mereka pun tidak akan bertanya-tanya di mana mereka harus mencari barang tersebut.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa