Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Aleesa Dan Ibunya, Siti Shuada (Foto: Facebook)
Dream - Perhiasan emas seperti cincin, kalung dan gelang yang kadang juga dilengkapi dengan batu pertama kerap diberikan orangtua pada anak-anak perempuannya yang masih bayi.
Perhiasan juga sering dijadikan hadiah tanda cinta dari para kakek nenek atau om dan tante untuk kelahiran keponakan tersayang.
Hal ini pula yang dilakukan Siti Shuada, seorang ibu asal Malaysia. Ia memberikan cincin bertahtakan permata untuk putrinya Nur Dahlia Aleesa. Cincin emas berukuran mungil tersebut disematkan di jari mungil sang putri yang masih balita.
Maksud hati ingin memberikan hadiah istimewa tapi apa daya, cincin permata itu malah mengundang petaka. Aleesa seperti banyak balita memiliki kebiasaan mengisap-isap jarinnya. Tanpa disadari Siti, cincin tersebut tertelan oleh Aleesa.

Aleesa punya kebiasaan mengisap jari saat tidur dan saat itulan cincin tertelan. Sang ibu baru tahu ketika Aleesa batuk-batuk seperti tercekik dan menangis histeris. Kakak Aleesa juga curiga adiknya menelan cincin karena cincin yang diberikan tak ada lagi di jarinya.
Siti pun langsung membawa Aleesa ke dokter. Untuk menjawab kecurigaan tersebut dilakukan rontgen. Hasilnya, cincin tersebut memang ada di perut Aleesa. Dokter pun khawatir dan merencanakan operasi untuk mengeluarkan cincin.
Sang ibu sangat panik dan merasa bersalah karena memberikan si kecil Aleesan cincin. Sebelum memutuskan operasi, dokter menawarkan cara lain, yaitu membuat Aleesa buang air besar agar cincin bisa keluar bersama dengan feses.
Aleesa dirawat dan diberi pencahar agar buang air besar. Hasilnya, cincin keluar bersamaan dengan feses. Terdapat sedikit bercak darah di fesesnya. Menurut dokter darah tersebut karena terdapat luka di usus, dan akan sembuh sendiri dalam waktu 2 hingga 3 hari.
Hal ini tentunya jadi pelajaran untuk banyak orangtua agar tak memakaikan aksesori berbahaya pada bayi, terutama yang sedang dalam fase oral. Balita dalam fase oral sangat suka memasukkan jari dan benda apapun ke mulut bahkan menelannya. Pengawasan memang harus selalu dilakukan.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari