AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Anak Bermain Huruf
Dream - Bermain memiliki efek luar biasa pada perkembangan kognitif dan fisik anak. Bukan hanya membuat anak-anak jadi lebih senang, jika dilihat secara lebih dalam saat bermain anak juga belajar bahasa, matematika dan sains.
Kemampuan bersosialisasinya juga terus diasah dengan bermain. Tapi banyak yang menganggap permainan tak efektif untuk meningkatkan kemampuan akademik anak.
" Banyak penelitian yang mengungkap kalau permainan adalah cara paling baik untuk meningkatkan kerja otak pada anak. Apalagi di usia balita di mana perkembangan otaknya sedang sangat pesat. Mungkin bagi orang dewasa permainan adalah hal membosankan, tapi bagi anak-anak, efeknya maha dahsyat, sangat positif bagi kesehatan mental dan intelegensi," ujar Jamie White, M.Ed, seorang psikolog pendidikan.
Ia pun menjelaskan efek permainan-permainan yang sering diberikan di kelas playgroup atau ketika bermain di rumah. Efek permainan ini sebenarnya mengajarkan banyak hal pada anak.
Ingin tahu apa saja?
- Melukis
Anak-anak balita atau di taman kanak-kanak suka mewarnai. Atau anak sekolah dasar diminta menggambar apapun dengan mencontoh situasi di sekitar rumah atau sekolah. Bukan soal
bagus atau tidak hasil gambar, tapi melukis dan menggambar ini sebenarnya melatih konsentrasi anak.
- Main masak-masakan
Si kecil suka sekali main masak-masakan? Dengan kompor mainan, daun-daun, ranting atau benda lain. Aktivitas ini melatih anak untuk melatih koordinasi ototnya. Akan lebih baik
didampingi dan coba berikan instruksi. Dengan begitu anak akan belajar mengerti tiap tahapan dan membuatnya terbiasa mendengarkan instruksi dengan baik.
- Main pasir
Anak-anak akan selalu mendapat informasi baru setiap harinya. Dengan bermain sensori, seperti pasir, air, busa, tanah dan beragam tekstur lainnya akan merangsang saraf-sarafnya jadi lebih aktif. Sehingga ketika menerima informasi baru dan berada di lingkungan baru, anak-anak lebih cepat menerima dan beradaptasi.
- Main puzzle
Untuk permainan ini anak akan dilatih berkonsentrasi dan menyelesaikan masalah. Bisa dimulai dengan puzzle-puzzle yang berukuran besar dan mudah. Usahakan temani anak saat bermain
puzzle dan dianjurkan sampai selesai.
Sumber: Play to Learn Preschool
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli