Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Anak Belajar Bersama Orangtua (Foto: Shuterstock)
Dream - Padatnya jam pelajaran di sekolah ditambah lagi dengan kegiatan esktrakurikuler atau les, tentunya sangat menguras energi dan konsentrasi anak. Sesampainya di rumah mereka juga harus mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah.
Kelelahan fisik dan mental pun jadi sering dialami oleh anak-anak sekolah. Kondisi tersebut menurut Ajeng Raviando, seorang psikolog, sering tak terpikirkan oleh orangtua.
" Kadang kalau kita sudah capek dari kantor, lihat anak pulang sekolah dan ngerjain PR sambil nonton atau dengar lagu, pasti kita bawaannya ingin marah aja. Kita mengira mereka lagi main, padahal mungkin itu cara mereka untuk menangkap pelajaran," ujar Ajeng saat ditemui di Tanamera Coffee, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, orangtua harus memahami bagaimana sistem belajar anak sejak dini. Termasuk haru menyediakan waktu mendampingi anak ketika sedang belajar mengerjakan PR. Ia menjelaskan cara apa saja yang harus dilakukan orangtua ketika menemani anak belajar.
" Pertama, carilah kebaikan apa yang mereka perbuat, misalnya tulisannya rapi. Berikan pujian yang masuk akal dan detail," kata Ajeng.
Kemudian, berikan semangat agar rasa lelahnya sedikit berkurang. Bisa dengan menyiapkan jus, susu atau makanan favoritnya sebelum anak mulai belajar.
" Biar mereka ke-recharge lagi. Berikan waktu break lima hingga sepuluh menit. Lakukan kegiatan yang menyenangkan biar mereka nggak gampang stres," tutur Ajeng.
Perlu diingat untuk para orang tua bahwa perannya hanya sebatas menemani atau membantu anak, bukan mengerjakan PR. Jangan terus dibantu, berikan jeda dan biarkan mereka berusaha sendiri.
" Hal yang terpenting itu bagaimana proses mereka belajar, bukan bagaimana hasilnya. Jadi, jika mereka salah jangan dimarahi. Jika terus dibantu dan mereka selalu benar, maka anak tidak tahu bagaimana kemampuan mereka," ungkap Ajeng.
Laporan Dina Nazhifah
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

