Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Terlalu Lama Lihat Layar, Buah Hati Banyak Kehilangan Hal Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 10 Januari 2017 14:00
Terlalu Lama Lihat Layar, Buah Hati Banyak Kehilangan Hal Ini
Anda harus peka dan mengontrol waktu anak agar aktivitasnya tetap seimbang.

Dream - Salah satu tantangan orangtua saat ini adalah mengontrol durasi waktu anak di depan layar. Baik layar televisi, ponsel, laptop, maupun tablet. Teknologi digital memang mau tak mau mengubah kebiasaan bermain anak.

Sebagai orangtua, Anda pun harus peka dan mengontrol waktu anak agar aktivitasnya tetap seimbang. Jangan sampai ia terlalu banyak menghabiskan waktunya di depan layar karena ia bisa kehilangan banyak hal dan pembelajaran. Apa saja yang kurang atau tak didapatkan anak jika terlalu banyak menatap layar?

1. Berhubungan dengan orangtua dan saudaranya
Seluruh anggota keluarga ada di rumah, tapi yang dilakukan bukan saling bercerita. Mata hanya terpaku pada layar dan tanpa percakapan sama sekali. Tentu saja hal ini jika dibiarkan membuat hubungan keluarga jadi merenggang.

Untuk itu terapkan peraturan, saat makan atau ketika berkumpul keluarga, singkirkan dulu ponsel untuk sementara. Penting untuk memfokuskan pikiran, hati dan tubuh pada buah hati agar ia merasa didengarkan dan tak hanya terpaku pada layar.

2. Bersosialiasi dengan temannya
Banyak anak yang malas bersosialisasi karena lebih suka di rumah main sendiri. Bisa berupa games, menonton televisi atau bermain ponsel. Padahal anak-anak membutuhkan banyak sosialisasi dengan teman sebanyanya.

Dengan sosialisasi mereka akan belajar bagaimana bersikap dan bertoleransi. Saat bersama banyak teman anak juga cenderung melakukan permainan yang menuntut aktivitas fisik. Seperti main bola, sepatu rota atau bermain basket yang sangt baik bagi kesehatan fisiknya.

3. Permainan kreatif
Menatap layar cenderung membuat anak hanya menyerap informasi, tak melibatkan diri dan hanya membuatnya bereaksi secara pasif. Padahal banyak permainan kreatif yang bisa dilakukannya. Misalnya membuat kandang burung dari kayu bekas, membuat play doh dari terigu dan pewarna yang ada di dapur.

Permainan kreatif ini sebenarnya sangat dibutuhkan anak. Melibatkan seluruh indera mereka dan merangsangnya secara maksimal. Anak pun bisa jadi pribadi yang lebih kreatif dan sangat baik bagi perkembangan kognitifnya.

Sumber: AHA Parenting

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More