Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pengukuran Tinggi Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Ukuran tubuh anak, terutama tingginya ternyata bisa jadi penggambaran banyak hal. Seperti, pertanda kalau anak mengalami pertumbuhan optimal dan kemampuan intelektualnya kelak. Hal ini menurut Ahmad Suryawan, seorang dokter spesialis anak dalam acara bincang-bincang Kombinasi Cinta, Nutrisi, dan Stimulasi Gerak yang digelar Frisian Flag, di Jakarta, Senin 20 November 2017.
" Ciri-ciri anak tumbuh dengan baik itu bisa diukur dari 3 hal, yang pertama berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Pertumbuhan tinggi badan ini harus diperhatikan agar anak tidak
mengalami short stature (tumbuh pendek)," ujar dr. Wawan yang juga merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.
Tinggi badan menurut dr Wawan memiliki korelasi positif pada kecerdasan otak anak dan kesuksesan di masa depan. Hal ini karena anak yang pertumbuhan tingginya tak optimal akan menghambat aktivitas fisiknya, termasuk perkembangan perilaku dan emosi. Akumulasi dari hal tersebut adalah menimbulkan kemampuan akademis yang kurang.
" Kalau tinggi anak di bawah garis minus 2 standar deviasi Riskesdas (riset kesehatan dasar-red) , barulah bisa disebut short stature. Penyebabnya pun beragam, bisa disebabkan oleh genetik atau malnutrisi. Nah kalau karena malnutrisi disebut stunting," jelasnya.
Stunting sendiri adalah kondisi anak yang mempunyai tinggi badan di bawah rata-rata anak di usianya. Hal ini masih marak terjadi di Indonesia, yakni sebesar 35%. Untuk itu pemberian nutrisi berkualitas jadi langkah penting yang harus dilakukan orangtua sejak bayi masih dalam kandungan.
" Nutrisi itu harus diberikan sejak anak masih di dalam kandungan. Saat lahir, berikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Setelah 6 bulan, bantu dengan MPASI (makanan pendamping ASI-red). Itu saja cara untuk mencegah anak tumbuh pendek. Dimaksimalkan di usia sebelum 2 tahun," kata dr. Wawan.
Umur 2 tahun ini, dalam penelitian, merupakan puncak pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga , pemberian nutrisi sebaiknya dimaksimalkan pada usia tersebut guna bekal
bagi anak untuk tumbuh tinggi.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya