Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Moaza Al Matrooshi
Dream - Sebuah temuan di bidang kedokteran membawa kabar gembira untuk perempuan. Tepatnya mereka yang menderita kanker, harus menjalani kemoterapi dan masih ingin memiliki anak dari rahim sendiri.
Tim dari British Fertility Society mengembangkan metode khusus untuk melindungi kesuburan pasien perempuan yang harus menjalani kemoterapi. Biasanya mereka yang menjalani kemoterapi tak bisa lagi hamil, karena indung telurnya mengalami kerusakan.
"Caranya adalah dengan mengambil indung telur yang sehat, membekukannya dan lalu ditransplantasikan kembali. Seperti yang dilakukan pada Moaza Al Matrooshi. Ia merupakan pasien pertama dan berhasil hamil serta melahirkan anak yang sehat," kata Profesor Blanche Capel dari British Fertility Society.
Moaza Al Matrooshi, merupakan perempuan pertama di dunia yang bisa hamil dan melahirkan setelah indung telurnya diangkat. Indung telur perempuan berusia 24 tahun sebelumnya diambil, dibekukan dan kemudian ditransplantasi kembali.
© Dream
Pada usia 9 tahun Moaza divonis terkena thalasemia. Ia pun harus menjalani pengobatan menyeluruh termasuk kemoterapi. Sebelum menjalani kemoterapi, Moaza menjalani prosedur pengambilan indung telur yang masih sehat untuk dibekukan.
Hal tersebut demi melindungi kesuburannya mengingat ia masih sangat muda. Serangkaian proses pun dilakukan untuk membekukan dan mempertahankan kesehatan indung telur Moaza.
"Obat kemoterapi memang merusak folikel sel telur di ovarium. Ketika seorang perempuan menjalani kemoterapi, memang kemungkinan besar ia sudah tak lagi subur atau mengalami menopause dini," kata Capel.
Pada Agustus 2015, perempuan asal Dubai ini menjalani transplantasi indung telur dan berhasil. Hal itu ditandai dengan ia kembali haid secara teratur. Setelah menikah dengan pasangannya Ahmed, Moaza ingin memiliki anak.
Mereka pun menjalani proses in-vitro fertilisation (IVF) dan berhasil hamil dengan indung telur tersebut. Pada 14 Desember lalu putra Moaza yang bernama Rashid pun lahir dengan kondisi yang sangat sehat.
Sumber: Daily Mail
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking