Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi
Dream - Anak-anak selalu aktif. Lompat, berlarian dan cenderung tak bisa diam. Mereka bisa berputar-putar dalam rumah tak ada lelahnya. Hal ini tentu saja sangat baik bagi kondisi fisik, karena anak jadi belajar mengembangkan motorik kasarnya.
Tapi efek lainnya anak jadi mudah berkeringat. Mereka pun seringkali sulit untuk diminta membersihkan diri. Risiko yang sangat mungkin muncul adalah aroma tak sedap. Cari tahu bagaimana mengatasinya.
Tubuh
Saat mencapai usia 8 tahun, anak mulai masuk ke masa-masa pubertas. Saat itu kelenjar adrenalin menjadi lebih aktif dan meningkatnya produksi keringat di bawah lengan dan sekitar
paha. Semakin banyak keringat, semakin banyak pula bakteri, dan semakin tak sedap aroma tubuhnya. Cara mengatasinya, gunakan foaming body wash yang mengandung zat anti bakteri saat mandi karena lebih membersihkan ketimbang sabun batangan. Anda juga dapat membelikan ia deodorant.
Napas
Kita semua bangun di pagi hari dengan napas yang kurang segar karena aktifnya bakteri dalam mulut sepanjang malam. Terkadang, napas beraroman tak sedap itu bertahan sepanjang hari pada anak. Alan Greene, seorang dokter anak, menyarankan untuk meminta anak sikat gigi atau setidaknya berkumur dengan air putih setelah makan paling tidak 2 menit.
Bau kaki
Bukan hal yang aneh untuk anak-anak memiliki bau kaki. Semakin banyak kakinya berkeringat dan sepatunya tidak memiliki cukup banyak udara, semakin banyak bakteri berkembang.
Untuk anak direkomendasikan menggunakan kaus kaki katun yang bisa menyerap kelembapan dan sepatu yang terbuat dari kanvas atau kulit sehingga kaki bisa bernapas. Jjangan lupa mencuci kaki dengan sabun antibakteri.
Rambut
Sama seperti bagian tubuh lainnya, kulit kepala juga bisa berkeringat dan meninggalkan bau yang kurang enak. Cara menghilangkan bakteri yang menyebabkan bau tersebut bisa dengan
keramas dengan sampo yang berbau lavender dan peppermint.
Area intim
Anak perempuan bisa juga memiliki infeksi dan iritasi pada kemaluan seperti layaknya wanita dewasa. Meskipun hal tersebut normal, kalau aromanya terlalu kuat Anda mesti berjaga-jaga akan adanya infeksi. Jika hal itu terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter anak.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Momtastic
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari