Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pemeriksaan Cardiotocography (CTG)
Rasa nyeri kontraksi muncul tapi bukan sebagai tanda awal persalinan.
Dream - Selama kehamilan, nyeri di area punggung, perut bawah hingga kaki, pastinya sering terjadi. Terutama di usia kandungan 35 minggu ke atas. Rasa nyeri ini sering disalahartikan oleh para ibu sebagai nyeri kontraksi penanda persalinan.
Padahal sebenarnya itu merupakan rasa nyeri yang bisa muncul kapan saja dan bukan sebagai tanda bukaan persalinan. Kontraksi ini sering diistilahkan sebagai kontraksi palsu atau Braxton Hicks.
Kontraksi tersebut merupakan tanda pergerakan pada rahim yang dimulai pada awal kehamilan hingga jelang melahirkan, meskipun banyak yang tak menyadarinya hingga usia kandungan meningkat. Gejala ini ditemukan oleh seorang dokter asal Inggris pada 1872, John Braxton Hicks.
Para ibu hamil sebaiknya jangan langsung menyimpulkan tiap kontraksi yang muncul sebagai tanda awal persalinan. Untuk membedakan Braxton Hicks dengan kontraksi jelang persalinan ada yang harus diperhatikan. Berikut beberapa tanda yang dialami ketika seorang ibu hamil mengalami kontraksi palsu
- Kontraksi tak beraturan
Kontraksi yang muncul sangat intensif tapi lima menit kemudian samar atau hilang sama sekali. Level rasa nyeri pun tak stabil. Kontraksi jelang persalinan biasanya makin lama makin nyeri dan terus meningkat seiiring bukaan.
- Tidak ada flek atau darah yang keluar dari vagina
Sebelum persalinan, vagina biasanya mengeluarkan darah kental atau flek. Jika kontraksi tanpa disertai tanda tersebut bisa jadi kontraksi palsu.
- Ketuban tidak pecah
Kontraksi ringan tanpa disertai pecahnya air ketuban atau rembes juga bisa jadi tanpa kontraksi palsu.
Braxton Hicks dapat terjadi kapan saja, terutama ketika malam hari saat ibu hamil kurang minum air, kandung kemih terasa penuh atau saat dan setelah berhubungan seksual. Untuk meringankan gejala kontraksi, coba tarik napas panjang dan fokuskan pikiran lebih tenang, bisa juga berjalan-jalan, mengubah posisi, beristirahat, minum banyak air putih, berendam atau mandi air hangat.
Jika memang ragu, segera periksakan ke dokter atau rumah sakit. Untuk mengetahui apakah kontraksi yang muncul Braxton Hicks atau bukan, akan dilakukan pemeriksaan cardiotocography (CTG) untuk mengetahui detak jantung janin dan kontraksi uterus selama kehamilan.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Baby Center