Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Luis Manuel Gonzales
Dream - Bertambahnya bobot tubuh bayi jadi salah satu tanda proses pertumbuhan dan perkembangan baik. Tapi jika bobot bayi di atas normal tentu dampaknya akan sangat buruk bagi kesehatan.
Seperti yang terjadi pada Luis Manuel Gonzales, bayi asal Meksiko yang masih berusia 10 bulan. Bocah lucu awalnya ini lahir dengan bobot normal yaitu 3,5 kilogram namun 2 bulan
kemudian bobotnya bertambah sangat cepat mencapai 10 kilogram. Lalu 8 bulan kemudian, bertambah lagi dan saat ini beratnya mencapai 28 kg.
Padahal saat bayi bocah ini hanya diberi ASI. Akibat bobot tubuhnya yang berlebihan, Luis kini tak dapat merangkak atau pun berjalan.
" Saya menduga Luis menjadi seperti ini karena ASI yang saya berikan," ujar sang ibu, Isabel Pantoja, seperti dikutip dari KidSpot.

Pantoja sangat bingung dengan kondisi Luis. Menurutnya Luis tak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan lebih sering minum ASI. Saat menyadari bobot tubuh anak yang tak normal, ia pun memeriksakan putranya ke rumah sakit.
Dokter anak menganjurkan untuk memberikan suntikan hormon pada Luis dengan biaya $555 atau sekitar Rp 7,5 juta. Sayangnya keluarga mereka merupakan dari kalangan menengah
bawah yang tak memiliki penghasilan besar, sehingga perawatan yang dilakukan belum maksimal.
" Pemeriksaan awal sudah dilakukan, tapi para dokter anak belum dapat mendeteksi penyebab pasti obesitas Luis. Dugaan terkuat adalah, Luis mengalami Prader-Willi Syndrome," ungkap
Pantoja.
Prader-Willi Syndrome (PWS) merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kurangnya aktivitas janin saat dalam kandungan, obesitas, hipotonia, keterbelakangan mentak, perawakan pendek, dan tangan serta kaki yang mengecil.
Silvia Orozco, seorang ahli bedah yang pernah memeriksa Luis mengungkap kemungkinan Luis mengalami kelainan kelenjar. Analisis lebih dalam secara medis perlu dilakukan untuk mencari penyebabnya.
" Tampaknya mungkin seperti Prader-Willi Syndrome tapi tak demikian. Saat hamil mungkin sang ibu kurang mendapat nutrisi yang baik sehingga proses metabolisme dan kelenjarnya tak bekerja sebagaimana mestinya," ungkap Orozco.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa