Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Ayah Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Sudah banyak penelitian yang mengungkap bagaimana usia ibu mempengaruhi kesehatan dan kemampuan sosialisasi anak. Bahkan ada penelitian yang memberi kesimpulan usia terbaik seorang perempuan untuk menjadi ibu.
Kini giliran penelitian khusus yang dilakukan untuk mengetahui efek usia ayah. Penelitian yang diterbitkan Journal of American Academy for Child and Adolescent Psychiatry (JAACAP)
mengungkap kalau usia seorang pria saat pembuahan memiliki pengaruh besar pada keterampilan sosial anak mereka kelak.
Dengan menganalisis lebih dari 15.000 data anak kembar di Inggris dari Twins Early Development study (TEDs), tim berfokus pada pola perkembangan keterampilan sosial. Antara lain level hiperaktif, emosionalitas, serta perilaku dan hubungan dengan teman seusia.
Secara terpisah, tim peneliti membandingkan apakah usia ayah memiliki pengaruh lebih besar daripada faktor genetik dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir dari ayah yang berusia lebih muda dari 25 tahun dan lebih tua dari 51 tahun menunjukkan perilaku prososial pada perkembangan awal.
Pada saat mereka mencapai masa remaja, anak-anak ini tertinggal dari teman-teman mereka yang memiliki ayah berusia setengah baya. Analisis genetika lebih lanjut mengungkapkan bahwa perkembangan sosial yang paling utama didorong oleh faktor genetik, bukan lingkungan. Khususnya, efek genetik tersebut menjadi lebih signifikan seiring bertambahnya usia ayah.
" Peningkatan pentingnya faktor genetik yang diamati pada keturunan ayah yang lebih tua, tapi tidak terlalu muda, menunjukkan bahwa mungkin ada mekanisme yang berbeda di balik efek
pada dua ekstrem usia ayah ini," Dr. Magdalena Janecka, penulis utama studi tersebut, seperti dikutip dari Fatherly.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis